My Beloved Strange Angel Part 12: Two Face

     

Viny masih setengah sadar ditempat tidur. Dia membalikkan badan ke arah kiri. Dan dia pun tersadar kalau kasur disebelah kiri itu kosong. Dia meraba-raba tempat tidur dan benar saja. Kasur itu kosong, padahal biasanya Yupi tidur disebelah Viny. Dia pun bangun dan mengucek-ucek matanya.

Viny terduduk lalu ia melihat dimeja kecil dekat kasur sudah ada dua roti beroleskan selai nutella kesukaan nya. Dan disana juga sudah tersedia segelas susu vanilla dingin.  Dan juga ada sepucuk surat yang di amplopnya betuliskan “BUAT KAK VINY

            Viny pun membaca surat itu. Disana ditulis “Selamat pagi kak Viny! Huhh kak Viny susah dibangunin ih. Jadi kita gak bisa sarapan bareng deh. Oh ya, Ka Viny tau gak kalo kemarin kak Viny pingsan di pangkuan aku pas kita lagi nonton film horror. Ah kak Viny katanya berani nonton tapi kok malah pingsan haha xD Btw cegukan aku udah hilang loh gara-gara liat kak Viny pingsan. Aku berangkat dulu ya. Sarapan buat kak Viny udah aku siapin.Kalo kurang, kak Viny bikin sendiri aja ya :p Your One and Only, Yupi.

            Viny tersenyum setelah membaca surat dari Yupi itu. Dan kini ia pun memakan sarapan yang sudah disiapkan oleh Yupi lalu ia segera mandi dan berangkat menuju Supermarket di dekat rumahnya.

            “Udah siang banget ternyata. Huh gara-gara kemarin nih nonton film horror pake matiin lampu segala lagi. Gak apa-apa deh. Yang penting Yupi cegukannya udah hilang.”

***
            Viny pun berbelanja bulanan sendirian. Supermarket dekat rumah Viny itu ukurannya besar dan lengkap. Siang ini keadaan supermarket tidak terlalu ramai. Keadaan yang tidak terlalu ramai itu justru membuat Viny nyaman. Ia tidak suka jika supermarket sedang ramai.

            Saat Viny tengah mengambil selai nutella dan dia melihat didepannya ada seorang gadis dan seorang cowok. Viny terus mengamati gadis itu dengan seksama. Ia merasa kenal dengan gadis itu.

            “Kok orang itu mirip Yupi ya? Bajunya juga kayak yang aku beliin di distro. Tapi kok dia lagi sama cowok sih? Dia bilang lagi ada tugas dari Bu Shania.”gumam Viny lalu ia hendak menyusul gadis yang disangka Yupi itu dengan seorang cowok disampingnya sebelum ia jauh dari pandangan Viny.

            Saat Viny hendak mengejar atau menyusul gadis yang mirip Yupi itu. Langkahnya terhenti akibat ada gadis yang menghalangi jalannya. Gadis itu tidak lain adalah Nadila. Gadis yang baru dikenal Viny dan dekat dengannya akhir-akhir ini.

            “Loh, kak Viny juga lagi belanja disini ya? Kok kita jodoh gini ya, Kak?”ucap Nadila pada Viny. Namun Viny tidak memperhatikan Nadila sama sekali. Dia malah sibuk memperhatikan gadis yang mirip Yupi itu.

            “Kak Viny… Jawab dong! Jangan kacangin aku gini”rengek Nadiila sembali menarik jaket pink milik Viny.

            “Eh kamu, Nad. Ada apa?”

            “Tuh kan. Kak Viny pasti gak merhatiin aku nih. Kak Viny lagi liatin apa sih?”

            “Lagi liatin.. Loh kok hilang?!”

            Saat Viny memperhatikan Nadila dan menjawab pertanyaan dari Nadila. Seorang cowok dan gadis yang mirip Yupi itu tiba-tiba hilang. Entah belok kemana mereka.

            “Apa yang hilang, Kak?”

            “Oh engga.. maksud aku. Trolli punyaku hilang.”

            “Oh.. gitu kirain barang berharga kak Viny yang hilang, kan sekarang lagi banyak pencurian gitu.”

            “Eh, Nad. Kamu lagi belanja apa disini?”

            “Paling cuma belanja beberapa barang yang persediaannya udah habis aja, Kak.”

            “Kamu udah selesai belanja ya, Nad?”

            “Iyanih, Kak. Cuma tinggal bayar dikasir aja. Kayaknya shopping listnya kak Viny masih belum terselesaikan ya?”

            “Iyanih. Sekarang mau ngelanjut.”

            “Mau aku bantuin gak, Kak?”

            “Boleh, asal gak ngerepotin kamu aja, Nad”

            “Ah ngerepotin apanya, cuma begini doang mah kecil, haha”

            Tak butuh waktu lama bagi Viny untuk berbelanja bulanan karena dia sudah dibantu oleh Nadila.

            “Nad, makasih ya kamu udah bantuin aku. Gimana kalo kita ke kedai Moon Light aja.”

            “Maksudnya itu kedai yang jual terang bulan alias martabak manis bukan?”

            “Iyaps betul banget. Aku traktir deh.”

            “Wah boleh tuh. Ayo, Kak!”

***
            “Kita duduk disana aja yuk, Kak.”

            “Boleh. Ayo.”

            “Kak Viny pesen apa?”

            “Samain ajadeh kayak kamu. Aku gak banyak makan kok.”

            “Iya mending kita beli satu aja. Takutnya gak habis.”

            “Oh oke.”

            “Kak Viny aku ke kasirnya ajadeh. Kayaknya disini lagi banyak pesanan deh, jadi mereka gak sempet ke meja kita.”

            “Oke, Nad. Minumannya terserah kamu juga.”

            Saat Nadila pergi untuk memesan makanan, dia kembali melihat gadis yang mirip Yupi itu walaupun gadis yang mirip Yupi itu membelakanginya.

            “Ranz Kyle?! Pasti itu Yupi. Gak salah lagi.”gumam Viny sembari terus memperhatikan gerak-gerik mereka.

            Viny pun terkejut melihat Ranz Kyle mencium Yupi. Matanya terbelalak melihat peristiwa tersebut. Ia tak percaya kalau Yupi bahkan tidak melawan atau sama sekali menolak ciuman itu. Padahal kemarin Viny sudah memberikan nasehat kalau Yupi tidak boleh pacaran dan ciuman.

            Nasehat itu bukan tidak beralasan. Viny tidak ingin di usia Yupi yang masih sangat muda mengalami rasa sakit hati jika nanti ia akan putus dengan pacarnya.

            Rasanya Viny ingin ke meja itu lalu menghentikan hal itu. Namun kedai Moon Light sedang ramai. Tidak baik jika ia mempermalukan mereka berdua di depan umum seperti ini. Alhasil ia hanya bisa diam dan memperhatikan mereka dari kejauhan.

            Viny merasa seperti sedang melihat drama korea romatis yang sering ditontonnya bersama Yupi.  Namun bedanya kini dia melihat drama korea itu secara langsung. Viny bahkan melihat mereka foto-foto bersama.

            Saat Yupi dan Ranz Kyle hendak meninggalkan meja ditempat mereka duduk. Yupi sempat hampir terjatuh tetapi ia dirangkul oleh Ranz Kyle. Kakinya pun terkilir karena ia tidak hati-hati saat berjalan. Alhasil Yupi pun digendong Ranz keluar dari kedai Moon Light.

            Disisi lain, ternyata sedari dari selain Viny, ada juga yang memperhatikan Ranz Kyle dan Yupi. Dia adalah Nabilah. Teman dekat Vanka. Dia dengan cepat memotret setiap pergerakan Yupi dan Ranz Kyle lalu segera mengirimkannya ke Vanka lewat ponsel pintarnya.

            “Nah, ini dia martabak manisnya kak Viny. Maaf ya aku lama. Soalnya tadi aku sempet bantuin mereka masak juga. Walaupun cuma masak ini aja sih.”

            “Wah kamu ikut masak ini ya?”

            “Iya, kak. Coba dulu deh.”

            Saat Viny mencoba martabak manis buatan Nadila. Rasanya terlalu manis dan terasa kurang enak.

            “Mungkin jika Yupi yang membuat martabak manis ini, pasti rasanya pas. Setiap Yupi memasak apapun, pasti masakannya selalu enak.”

 Viny pun hanya menahan ekspresi agar Nadila tidak terlalu merasa sedih atau apapun.

            “Rasanya kok terlalu manis ya, Kak? Tadi aku gak sengaja numpahin susu ke adonannya hehe. Aku kira rasanya bakal ga terlalu manis eh ternyata perkiraan aku salah.”

            “Gak apa-apa kok.”

            Viny hanya bisa memakan sedikit potongan martabak manis saja. Selain karena tidak enak karena terlalu manis, dia juga kehilangan moodnya karena Yupi telah melanggar ucapannya. Rasanya Viny ingin cepat-cepat pulang dan mengomeli Yupi.

***
            “Yup. Besok aku aja yang bawa semua barang-barangnya. Terus inget datengnya lebih awal ya dari biasanya. Ntar aku telfon deh.”

            “Oke, Ranz. Hati-hati ya naik sepedanya.”

            “Sip.”

            Ranz Kyle pun akhirnya pergi dan saat Yupi akan memasuki rumah. Ponsel nya berbunyi, bunyinya bersuara menandakan ada seseorang yang menelponnya. Ia lalu mengangkat telepon itu.

            “Halo. Iya kak Wel. Ini aku, Yupi. Ada apa?”

            “Yup, bisa ngak kamu nginep dirumah aku selama 3 hari aja. soalnya mama aku lagi ke Surabaya nih. Nanti aku bilangin ke Viny juga. Kalo dia nanti bilang mau ikut boleh kok”

            “Oh gitu. Yaudah aku siapin barang-barang aku selama 3 hari dirumah kak Wel ya”

            “Oke, Yup.”

            Yupi pun menelpon Viny agar ia tidak khawatir nanti jika Yupi belum ada dirumah karena ia menginap di rumah Noella.

            Saat Yupi menelepon Viny. Ternyata Viny masih berada di kedai Moon Light bersama Nadila. Saat itu Viny sedang ke toilet dan ponselnya berada di meja.

            “Adik Angkat Aneh? Jadi ini adik angkatnya kak Viny kali ya? Aku angkat ajadeh”ucap Nadila lalu mengangkat telepon itu.

            “Halo, Ini siapa ya?”

            “Ini Yupi. Ini kak Viny bukan?”

            Nadila pun ingat kalo dia punya teman sekelas baru bernama Yupi.

            “Yupi, Cindy Yuvia?”

            “Iya, Kak Vinynya ada gak?”

            “Kamu siapanya kak Viny?”

            “Aku adiknya kak Viny”

            “Adik kandung atau adik angkat?”

            “Adik angkat. Hey kamu belum jawab pertanyaan aku, kak Viny mana? Dan kamu siapa?”

            “Kak Viny lagi sibuk. Lebih baik kamu matikan telepon saja.”

            “Yaudah tolong bilangin sama kak Viny kalau aku nginep dirumah kak Noella.”

            Nadila adalah seorang gadis yang sangat cemburuan. Dia pun tidak suka jika ada orang yang ia sayangi lebih dekat dengan orang lain. Karena sifatnya itulah Nadila kurang bisa mendapatkan teman. Sifat over posesifnya itu yang sering membuat orang yang ingin dekat dengannya justru merasa tidak nyaman.

            Nadila melihat wallpaper Viny yang berisi foto Viny dan Yupi anak baru dikelasnya dan dia juga melihat galeri foto Viny yang lumayan banyak berisi foto Viny bersama Yupi. Bahkan Nadila melihat pesan sms Viny bersama Yupi.

            Nadila merasa kesal karena Viny lebih perhatian pada Yupi dibanding dirinya.

            “Yupi? Kalo kamu adik kandung aku gak bakal kesel. Tapi kalo adik angkat? Aku juga bisa jadi adik angkat kak Viny dan bikin kak Viny lebih perhatian sama aku dibanding sama kamu, liat aja.”ucapnya dalam hati.

            Nadila lalu menghapus pemberitahuan kalau Yupi tadi menelpon Viny dan menghapus pesan sms Yupi yang baru saja terkirim ke hape Viny.

            Sementara itu, Yupi memberi pesan pada Noella kalau ia sudah menelpon Viny namun yang menjawab telepon itu bukan Viny melainkan orang lain tapi dia sudah memberi pesan pada orang yang menjawab telpon itu untuk menyampaikan pesannya pada Viny selain itu dia juga mengirim pesan sms pada Viny.

Noella pun menjawab, mungkin Viny akan membaca pesan sms itu nanti dan Noella juga nanti akan menelpon Viny. Jadi Noella hanya menyuruh Yupi untuk ke rumahnya saja dan tidak mempedulikan hal yang terjadi nanti. Karena Noella berpikir Viny pasti akan mengerti.

***
Viny pun sampai di rumahnya bersama Nadila. Pikirannya kini hanya tertuju pada Yupi. Dia berpikir, entah dimana Yupi berada saat ini. Ataukah ia masih bersama dengan kekasihnya itu. Baru kali ini Yupi tidak memberitahunya ia pergi kemana.

Padahal jika ia pergi entah kemana pasti Yupi akan memberitahunya terlebih dahulu. Banyak hal negatif yang Viny pikirkan saat ini.

“Adik kecil itu selalu saja bikin aku khawatir!”ucap Viny samar-samar. Entah kenapa kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut Viny.

“Adik kecil siapa, Kak?”tanya Nadila yang mendengar ucapan Viny tadi.
Viny baru tersadar kalo dia tidak sendirian di rumah ini. Dia masih bersama Nadila. Viny akhirnya teringat akan sarannya pada Nadila. Dia pun berniat menceritakan masalahnya pada Nadila.

“Yupi. Kamu tau dia kan?”

“Tau, kak. Dia kan remaja yang lagi populer juga sama kayak kakak. Dia sekelas sama aku.”

“Oh baguslah. Entah dimana dia berada saat ini, Nad. Dia harusnya ngasi tau aku terlebih dahulu. Biasanya dia pasti sms atau telpon aku.”

Nadila kembali teringat jika ia sudah menghapus pesan sms Yupi dan pemberitahuan kalau Yupi sudah menelpon Viny namun yang mengangkat telpon itu ada dirinya bukan Viny.

“Wah parah tuh, Kak. Gak baik kan kalo bikin orang khawatir. Eh emang Yupi itu siapanya kakak?”

“Sebenarnya Yupi bukan adik kandung aku. Dulu ada peristiwa yang bikin aku ketemu sama dia. Dan karena sesuatu hal, aku mutusin buat menganggap dia seperti adik aku sendiri.”

“Kakak baik ya? Padahal Yupi bukan siapa-siapa kakak, tapi kakak tetep aja ngerawat Yupi di keluarga kakak.”

“Kalau kakak nganggep Yupi udah kayak keluarga sendiri seharusnya Yupi juga nganggep kakak kayak keluarganya sendiri juga. Dia harus ngasi tau keberadaannya sama keluarganya. Aku aja udah ngasi tau keluarga aku tentang keadaan aku sama kalau aku sekarang lagi dirumah kakak.”

“Ah sudahlah. Kalau memang seharusnya begitu tapi dia sendiri tidak seperti itu, ya mau bagaimana lagi? Aku taruh barang-barang ini dikulkas dulu ya! Kamu diem di kamar aku aja, tapi jangan mainin barang-barang dikamar aku loh.”

“Ah kak Viny mah. Emang aku anak kecil apa? Tenang aja kali.”

“Ya siapa tau kalo kamu jail terus mindahin brang-barang aku. Oh ya langsung buka aja, pintunya gak dikunci.”ucap Viny lalu mengambil barang belanjaan dan pergi ke dapur.
Nadila pun menaiki tangga dan sampai didepan kamar Viny.

“Vinyupi Room?! E..w..h.. bagusan juga Vinad Room”ucap Nadila  kesal lalu memanyunkan bibirnya dan membuka kamar Viny.

Disana kamarnya tertata rapi. Yang paling sering membersihkan dan merapikan kamar itu adalah Yupi. Nadila duduk dipinggiran kasur dan melihat setiap sudut kamar Viny lalu ia melihat kertas kuning berisi tulisan seperti memo. Ia lalu berdiri dan membaca surat itu.

“Dari Yupi? Jadi dia nginep dirumahnya ka Noella selama 3 hari? Oh.”ucap Nadila setelah membaca memo tersebut. Bukannya memberitahu Viny, Nadila malah membuang memo itu ke tong sampah.

“Kamu habis buang apaan ke tong sampah, Nad?”ucap Viny yang curiga kalau Nadila membuang barang berharganya.

“Ih ka Viny bikin aku kaget aja. Ini loh aku habis buang struk belanja, abis gak penting sih.”

“Oh kirain kamu buang barang berharga aku.”

“Iya aku emang buang barang berharga kak Viny dari Yupi yaitu memo buat kak Viny.”ucapnya dalam hati.

 “Ish kak Viny pikirannya kok jelek gitu sama aku. Lihat muka aku deh. Muka polos gini masak berkelakuan jelek sih.”

“Iya. Aku percaya kok.”

Sementara itu di rumah Noella. Yupi sedang sibuk merawat Noella yang ternyata sedang sakit.

“Kenapa gak bilang ditelpon, kalo kak Wel lagi sakit? Kalau aku tau kan kan aku bisa lari ke sini dan bukan jalan santai.”

“Ah jangan lebay gitu deh, Yup. Kan masih ada pelayan aku disini.”

“Kak Wel udah ada ngasi tau mama kak Wel kalo kak Wel lagi sakit?”

“Ribet deh kamu ngomongnya, Yup. Bilang kak wel aja sampe ngulang 3x-.- Ya aku emang belum ada ngasi tau mama soalnya aku gak mau gara-gara aku konsentrasi mama jadi buyar.”

“Kalo kayak gitu. Aku bakal ngerawat kak wel dengan baik. Tenang aja^^”

Noella pun tersenyum.

“Makasih ya, Yup. Maka dari itu aku nelpon kamu. Kamu orang salah satu orang yang paling aku percaya.”

“Wah makasi ya kak Wel udah percaya sama aku. Semoga kepercayaan kak Wel  sama aku gak luntur ya.”

“Iya. Tenang aja. aku percaya kamu selalu kok.”

“Permisi, Non. Sekarang udah waktunya minum sirup obat maagnya.”

 “Obat apaan sih itu?! Lebih baik aku minum kapsul atau tablet deh daripada minum sirup. Mending buang aja. Aku kan gak suka obat pake sirup-sirupan gitu.”

“Yaudah kak Wel istirahat dulu. Pelayan ini gak bakalan maksain kakak buat minum sirup kok.”

Noella pun langsung tiduran sembari menahan rasa sakit di perutnya. Sementara itu, Yupi keluar bersama pelayan itu dan berunding.

“Non, Yup. Noella emang susah disuruh  minum sirup. Tapi mau bagaimana lagi. Dokternya ngasi obat kayak gini. Obat ini harus diminum 1 jam sebelum dia makan.”

“Bik, aku mau lihat sirupnya boleh gak? Coba tuangin deh. Siapa tau aku dapet ide.”ucap Yupi lalu pelayan itu menuangkan sirup itu.

“Warnanya putih kayak susu vanilla ya, Non.”

“Nah itu! aku jadi punya ide!”

“Idenya kayak gimana, Non.”

Yupi pun membisikkan rencananya pada pelayan itu agar Noella mau untuk meminum obat maag itu.

***
“Hay kak Wel. Minum susu dulu yuk! Ini eksperimen aku loh. Kak Wel cobain susu eksperimenku ya.”ucap Yupi lalu menyuapi Noella sesendok susu.

“Kok kurang encer gitu ya? Terus rasanya gak ada rasa susu sama sekali. yang ada malah rasa kayak mint-mint gitu. Aduh perut aku kok jadi perih gini.”

“Nih coba minum lagi deh, Kak. Itu sih sakit gara-gara kak Wel gak mau mam.”

“Loh kok sendokan yang kedua baru terasa susunya?”

“Keren kan eksperimen aku. Nah nanti aku setiap pagi, siang, sore bakal kasi susu ini.”

“Hah?!”

“Daripada minum sirup? Hayo pilih yang mana?”

“Gak deh. Minum ini aja.”

“Nah gitu dong. Kak Wel istirahat lagi gih. Sini aku pijetin.”

“Aku gak mau istirahat. Dari tadi aku udah istirahat, Yup.”

“Gimana kalo kita nonton film yang durasinya biasanya 1 jam ya.. lebih-lebih dikit lah.”ucap Yupi sambil memberi kode pada pelayan dengan mengedipkan matanya. 

“Nah ide bagus tuh. Nyalain Smart TV aku ya, Yup. Kita nonton film yang genrenya horror comedy aja ya.”

“Oke. Eh kak wel. Aku mau nganter bibik sekalian tutup pintu ya.”

“Iya, Yupi”

Yupi pun mengantar pelayan itu keluar.

            “Bik, nanti tombol pemberitahuannya aku pencet ya kalo filmnya udah selesai.”

            “Oke, Non”

            Setelah menutup pintu Yupi lalu menyetel Smart TV dan dia teringat pada Viny yang menyetelkan Smart TV yang sama seperti milik Noella. Dia melakukannya sama persis seperti yang ia lihat saat Viny menyetel Smart TV itu.

            Mereka pun menonton film thailand yang sudah bersubtittle Indonesia itu. Saat film itu akan selesai. Yupi lalu memencet tombol remot yang diberikan oleh pelayan tadi.

            “Kak Wel makan dulu ya? Kak Wel mau makan sendiri tapi makanannya boleh gak abis atau aku suapin tapi makanannya harus abis.”

            “Duh. Aku itu lagi lemes. Masa makan sendiri sih?! Suapin dong.”

            Yupi pun tersenyum. Ia lalu menyuapi Noella. Dan Baru 5 sendok saja, Noella bilang ia sudah sangat kenyang. Tapi seperti apa yang diucapkan Yupi tadi. Noella pun dipaksa Yupi untuk memakan makanan itu sampai habis. Dengan berbagai usaha, akhirnya makanan itu bisa dihabiskan Noella.

            “Duh. Perut aku kekenyangan banget.”

            “Minum obat dulu kak Wel.”

            “Aduh perut aku lagi kekeyangan gini kamu suruh aku minum obat-_-“

            “Kalau kak Wel gak mau minum obat. Aku nanti bakal balik lagi ke rumah kak Viny oh. Kasian dia di rumah sendiri.”

            “Eh jangan! Iya.. Iya aku minum obatnya.”

            Yupi tersenyum.

            “Permisi, mama, Non. Telpon nih.”

            Noella pun memberi isyarat pada Yupi agar dia yang mengangkat telponnya. Karena ia merasa sangat kekenyangan dan ingin istirahat.

            “Halo?”

            “Halo. Ini Yupi.”

            “Oh.. Yupi. Gimana keadaan Noella? Apa dia baik-baik aja?”

            “Dia lagi sakit tante.”

            Setelah mendengar itu. Noella bangun dan mengucapkan “Kenapa kamu bilang, Yup!” mengeluarkan suara sedikit pun. Tapi Yupi hanya menjawab dengan isyarat jari telunjuk didepan bibir yang berarti diam.

            “Tapi tante gak perlu khawatir. Yupi pasti bakal ngerawat kak Wel dengan baik sampai dia sembuh.”

            “Yasudah, tolong kabar-kabarin tante ya. Makasi sudah mau jujur. Eh dia mau minum obatnya gak?”

            “Mau dong tante.”

            “Hebat juga kamu, Yup. Biasanya Noella susah minum obat. Yasudah nanti tante telpon lagi ya?”

            “Iya, tante.”

Saat sedang sakit Noella sering tidak mempedulikan ponselnya, sama seperti saat ini. Dia terlalu sibuk dengan rasa sakitnya. Ponselnya kini sedang kehabisan baterai sama seperti hape Yupi. Dan membuat dia pun lupa untuk menelpon Viny.

***
            “Yupi dimana?”

            Pertanyaan sederhana yang terus bergelayut dipikiran Viny. Baru kali ini Yupi tidak memberitahu keadaan dan keberadaannya saat ini.

            “Apa ingatan Yupi sudah kembali? Jangan-jangan dia sudah ingat dimana alamat rumahnya lagi. Atau ia diculik lagi, ah tidak mungkin.”

            “Padahal aku baru saja ingin memarahinya. Tapi dianya sendiri malah tidak ada.”lanjut Viny.


            “Lebih baik aku tidur saja. Ini sudah terlalu larut, besok aku akan mencari keberadaannya di sekolah saja.”pikir 
Viny lalu mematikan lampu kamarnya dan mencoba untuk tidur.

Bersambung..



Buat yang belum baca part sebelumnya:

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. padahal ceritanya bagus banget, tapi sayang kenapa harus dibumbuin hal mesum segala, cerita yg awalnya sangat indah tentang persahabatan, kasih sayang & ketulusan yg menyentuh hati jadi menjijikkan & bikin sakit mata gara-gara tercampur hal mesum. tapi harus ku akui cerita buatanmu sangat bagus, mungkin suatu saat kamu bisa jadi penulis novel terkenal lho :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenernya cerita ini gak ada bumbu hal mesum, adegan itu juga bukan adegan yang sebnernya, penjelasan dari adegan yupi nanti bakal ada di part selanjutnya. Terima kasih komentarnya, baca part selanjutnya nanti yaaa☺

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Cerita Pendek (Cerpen) Bahasa Bali

My Beloved Strange Angel Part 10: My New Class

Contoh Bukti Kas Masuk, Kas Keluar, Memorial, Faktur, Memo Kredit dan Memo Debet dalam Akuntansi