Resensi Buku Non Fiksi


Hayho~^^

Kali ini aku ingin berbagi mengenai tugas Bahsa Indonesiaku yaitu tentang meresensi buku Non Fiksi. Buku yang judulnya "Bisnis Modal Dengkul Orang Lain" ini cukup sulit nih bisa aku dapetin di perpustakaan sekolah. Ibafrat mencari jarum di setumpuk jerami. Tapi yang rasanya gak mungkin, pasti bisa jadi mungkin. Ya kayak aku yang dari awal emang pingin nyari buku non fiksi yang tipis.

Kenapa nyari yang tipis soalnya ya biar cepat dan efisienlah dalam buat tugasnya. Singkatnya biar cepet kelar aja tugasnya. Byasalah tugas siswa kelas 12 ini lumayan banyak juga, jadi mesti dikelarin sesegera mungkinlah ya biar gak numpuk-numpuk tuh. 

Ya tanpa berlama-lama, ini dia tugasnya yang cukup melelahkan mata serta menguras otak dan tenaga buatnya wkwk.

_____________________________________________________________

Ni Nyoman Ayu Seri Dewi
21
XII IIS 1
 

Sukses Raup Keuntungan Bermodalkan Dengkul Orang Lain


Judul               : Bisnis Modal Dengkul Orang Lain
Penulis             : Indra Ismawan
Penerbit           : Media Pressindo
Cetakan           : 2007
Tebal               : 80 halaman
ISBN               : 979-222-209-X

Mencari pekerjaan dijaman sekarang adalah hal yang sulit. Jumlah angkatan kerja yang tidak sesuai dengan ketersediaan formasi pekerjaan membuat angka pengangguran meningkat. Usaha sektor non formal seperti halnya berbisnis kini menjadi pilihan yang tepat. Dengan membaca buku ini niscaya pembacanya akan semakin mengerti tentang seluk beluk dunia bisnis. 
Kebanyakan orang mengira untuk memulai  suatu bisnis selalu dibutuhkan modal berupa uang yang lumayan besar namun dengan membaca buku ini, memperoleh keuntungan besar dalam bisnis modal kecil kemudian untung besar bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan saat ini. Membaca buku ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenai bagaimana bisnis itu ada mulai dari niat, faktor-faktor membuat adanya bisnis itu sendiri dan tentunya berbagai macam hal mengenai bisnis yang dibahas dalam buku ini yakni sebagai berikut :

1.      90% Orang ingin berbisnis, banyak yang melatarbelakangi keinginan para penganggur ataupun para karyawan dan pegawai negeri membuka bisnis sendiri. Terutama untuk membuka saluran pipa kekayaan yang akan sangat bermanfaat di masa depan.  Mereka menyadari masa depan sebagai pengusaha jauh lebih cerah dibandingkan karyawan. Tak berlebihan jika dikatakan bahwa 90% orang memiliki minat membuka usaha sendiri.

2.      Mengapa kalah sebelum bertanding? Sebab, kebanyakan orang memiliki mentalitas “Kalah sebelum bertanding”. Mereka terlalu banyak mendengar kisah kegagalan. Tentu saja kisah sedih itu tak memberi motivasi, yang sesungguhnya merupakan kunci keberhasilan pada saat awal kita membuka bisnis. Tanpa motivasi, tidak mungkin kita berani mengambil risiko. Tanpa pengambilan risiko, bisnis tak mungkin bisa bergerak. Ada 10 penyebab yang paling umum yaitu tidak tahu bagaimana langkah awal memulai bisnis, takut mengambil risiko, sedang menunggu saat yang tepat, tak punya modal, tidak yakin akan berhasil, tidak mendapatkan partner yang sebanding, belum sempat menganalisis potensi pasar, ketakutan terhadap biaya, tidak siap menghadapi persaingan dan ragu terhadap peluang yang ada.

3.      Mengapa lebih sedikit lagi yang berhasil? Dari sembilan orang yang memiliki rencana bisnis, paling-paling hanya satu yang berhasil merealisasikan gagasannya. Dengan konsistensi dan ketekunan, sukses akan menjadi hak buat dia. Sembilan orang tadi bagaimana? Mereka gagal dan keluar dari pencaturan bukan karena tak punya ide bisnis, tidak kreatif  ataupun tidak memiliki insting.  Namun, pada umumnya mereka gagal karena dua hal yaitu terlena dengan bayangan manisnya menjadi pengusaha berhasil dan lupa memperhitungkan hal-hal penting untuk mempertahankan kelangsungan bisnis. Sangat yakin akan berhasil dalam bisnis mencerminkan kita terlalu optimis sehingga biasanya kita melupakan beberapa hal penting yang luput dari perhitungan kita seperti visi misi awal membangun bisnis, kontinuitas, daya ungkit, sistem bisnis, potensi pasar, penentuan target, skala ekonomis yang harus dipenuhi dan pertumbuhan pasar.

4.      Mengapa modal menjadi kambing hitam? Modal sering dianggap sebagai hambatan utama bagi setiap orang yang ingin terjun ke dunia bisnis. Bisnis semata-mata bukan soal uang, tetapi juga soal orang. Keberhasilan berbisnis tidak tergantung pada seberapa banyak uang di kantong, tetapi seberapa canggih dalam memahami orang lain seperti calon konsumen, karyawan, investor, debitur, kreditor dan seluruh stake holder yang terkait.

5.      Pengertian modal yang sesungguhnya, dimana untuk mendirikan suatu bisnis memerlukan jiwa kewirausahaan, minat dan ketrampilan khusus, jaringan relasi, modal uang, teknologi dan system serta natura.

6.      Yang penting perangkat lunaknya, perangkat lunak dalam bisnis ialah etos wirausaha dimana bila seorang pengusaha hanya memikirkan duit melulu, mungkin ia akan lupa membangun daya saing bisnisnya dalam jangka panjang. Sedikitnya ada empat hal yang membentuk etos wirausaha yaitu cara berpikir, cara memandang, cara bekerja dan cara belajar. Kedua, asset yang sesungguhnya yang berupa asset tak terwujud seperti gagasan, kepercayaan, informasi, jaringan relasi dan itikad baik. Yang terakhir, insting bisnis dimana kreativitas menjadi rahasia keberhasilan bisnis. Menciptakan kondisi untuk siap menerima gagasan-gagasan cemerlang. Karena itu, bukalah mata dan telinga. Cermati setiap informasi. Segala sesuatu mungkin terjadi.

7.      Contoh Bisnis Modal Dengkul Orang Lain, banyak kisah sukses yang dijabarkan pada buku ini, kisah sukses tanpa modal uang itu seperti menjual gagasan, menjual kesempatan/informasi, menjual pengetahuan, dan menjual jasa.

Buku ini menunjukkan bahwa menjadi pengusaha memang hal yang tidak mudah namun dengan berbagai solusi yang dipaparkan di buku ini sangatlah membantu memberikan secercah harapan serta motivasi bagi pembacanya yang akan memulai bisnis ataupun yang sedang terhambat dalam menjalankan bisnisnya.

Gaya bahasa yang dipakai oleh Indra Ismawan selaku penulis buku ini sangat mengena dan cermat untuk mengetahui setiap masalah yang akan dihadapi para pebisnis ataupun pengusaha. Solusi dari setiap permasalahan yang dipaparkannya juga sangat tepat.

Menamatkan buku ini tidaklah perlu waktu yang lama, karena ukuran yang kecil yang mampu dibawa kemana saja untuk dibaca, dari segi ketebalannya pun juga bisa dikatakan tidak telalu tebal dan bahasanya yang ringan untuk bisa dibaca semua kalangan dan berbagai kisah yang ditampilkan dalam buku ini mampu menyedot perhatian pembaca untuk terus berkonsentrasi membaca menyelaminya dengan penuh rasa penasaran. Bahasa yang dipergunakan juga tidak terlalu baku dan dicampur dengan sedikit bahasa Inggris yang terkesan gaul sehingga sangat cocok untuk dibaca para remaja.

Namun sayangnya cover buku ini kurang menarik bagi para pembaca awam, cover berwana kuning dengan gambar yang sedikit kekanakan sekiranya belum mampu untuk membuat para pembaca berkeinginan untuk membacanya walau sebenarnya isi dari bukunya bagus untuk dibaca. Selain itu, penggunaan istilah-istilah seperti demand, supply, skeptis, profit dll yang tidak umum orang tahu arti sebenarnya membuat bacaannya sulit untuk dimengerti jika tidak membuka kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) ataupun google untuk mencari arti dari kata tersebut.

Mudah-mudahan hadirnya buku ini dapat memberikan solusi bagi pengusaha ataupun pebisnis yang usaha yang sedang terhambat dan menghadapi masalah sehingga dapat mampu bangkit memecahkan setiap masalahnya lalu kembali memperlancar bisnisnya hingga dapat meraup keuntungan besar sampai menjadi pengusaha yang sukses.

_________________________________________________________________________________

Btw jadi ke inget kalo tugas ini tuh disuruh maju ke depan buat jelasin isi bukunya tentang apa, dll. Yang menariknya sih, kita mesti jawab pertanyaan-pertanyaan yang diajuin sama temen kita. Kalo jadi siswa yang duduk dengerin si siswa yang jelasin di depan sih enak. Ya bisa seenaknya nanya apa aja, yang penting dapet nilai tambahan dari Pak Putra XD

Ya tapi gak seenaknya bangetlah ya. Nyambung dikit dong ah sama yang dibahas sama temen yang di depan jelasin. Tapi kalo jadi orang yang jelasin didepan sih gak begitu enak dibombardir pertanyaan sama temen. Kalo yang copas gitu aja tanpa bener-bener baca bukunya sih cukup bahaya:v

Gimana gak bahaya? Kalo cuma copas aja tanpa baca, nanti apa yang dijelasin buat jawab pertanyaan temen. apalagi kalo tipikal temennya itu yang suka buat pertanyaan HOTS alias High Order Thinking Skill yang pertanyaannya menguras otak jawabnya:v

Aku sih gak permasalahin hal copas tanpa baca. Aku permasalahin dibombardir pertanyaan di depan kelas sendiri. Trus kita gak tau pertanyaannya kayak apa aja bakalan. Ya gak terprediksi gitu lah. kadang bisa bingung juga jawabnya. Pertanyaan sederhana aja kadang bisa buat bingung kayak,

"Kenapa Anda memilih buku itu diresensikan?"

Aku pingin jawab dengan jujur, tapi kok kesannya kayak gimana gitu:'v

Masa aku bilang "Karena saya nemu buku tipis seperti ini pada saat diperpustakaan." kesannya kayak nyari buku tipis aja pengennya, bukan karena emang tertarik sama isi buku itu.

But buku yang aku pilih emang menarik kok hehe ;)

Ya sekian aja, kalo kamu baca ini makasi aja yea.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Cerita Pendek (Cerpen) Bahasa Bali

My Beloved Strange Angel Part 10: My New Class

Contoh Bukti Kas Masuk, Kas Keluar, Memorial, Faktur, Memo Kredit dan Memo Debet dalam Akuntansi