My Beloved Strange Angel Part 13 : Bingung
Hari ini
begitu mendung, cahaya matahari pun tersamarkan oleh awan-awan yang siap
menurunkan tetesan-tetesan hujan. Namun awan-awan itu belum menurunkan tetesan
hujannya, justru dia malah menyebar dan mengubah langit biru menjadi abu-abu.
“Duh,
tumben aku bangun pagi banget. Kayaknya masih jam 6 pagi deh.”ucap Viny lalu
mengecek notifikasi ponselnya.
“Ya
ampun?! Udah jam 7! Sial, gara-gara Yupi nih gak bangunin aku!”ucap Viny lalu
segera pergi mengambil handuk.
“Oh iya,
Yupi kan gak ada dirumah. Ini gara-gara awan sih! Bohongin aku! Ah tipu-tipu
deh.”
Dengan
cepat Viny mempersiapkan segalanya lalu segera berlari menuju sekolahnya.
Ternyata orang tuanya sudah berangkat saat dini hari. Dan saat Viny sudah tiba
disekolah, Viny sudah terlambat. Disana juga ada beberapa siswa yang terlambat
dan sedang dihukum Bu Kinal.
“Hei.
Kamu yang disana! Aku cepat ke sini.”panggil Bu Kinal sembari menunjuk Viny.
“Sekarang
kamu push up 10x !”perintah Bu Kinal pada Viny. Dan ia langsung mengambil
posisi push up dan melakukan perintah Bu Kinal.
“Ett..
Diam dengan posisi itu. Nama kamu siapa dan kenapa kamu terlambat?”
“Nama
saya Viny. Hmm.. saya terlambat karena tidur terlalu larut dan tipuan awan yang
membuat saya berpikir kalau ini masih sangat pagi, Bu.”
“Sudah
tau besok sekolah.. Kenapa kamu malah tidur larut, Hah?!”
“Adik
saya kemarin hilang, Bu. Jadi saya mencarinya.”
“Oh..
begitu. Jadi sekarang bagaimana kabar adik kamu?”
Sementara
itu disisi lain, ternyata Yupi juga terlambat. Ia merasa sangat khawatir bahwa
dirinya juga akan dihukum seperti siswa-siswa yang sedang dihukum Bu Kinal itu.
Mobil
Honda Jazz kuning pun tiba-tiba berhenti didepan Yupi. Pemilik mobil itupun
membuka kaca mobilnya dan memanggil Yupi.
“Eh Bu
Shania.”
“Kamu
telat ya, Yup?”
“Iyanih,
Bu. Maafin saya, Bu. Tadi saya ngerawat kak Noella yang lagi sakit.”
“Wah
kamu baik ya. Hmm.. Gini-gini ibu bakal ngebantu kamu biar kamu gak dihukum
sama Bu Kinal.”
“Ambil fotocopy-an
ini, tunggu ibu beberapa menit lalu kamu masuk ke sekolah. Bilang sama Bu Kinal
kalau ibu nyuruh kamu fotocopy soal dan lembar jawaban ini. Terus siniin tas
kamu. Biar ibu yang bawa dan taruh dikelas.”
“Oke,
Bu. Makasi ya.”ucap Yupi sembari memberikan tasnya pada Bu Shania dan mengambil
setumpuk fotocopy-an soal dan lembar jawaban yang jumlahnya banyak.
Bu
Shania lalu mengendarai mobilnya masuk ke sekolah dan dia disapa Bu Kinal.
Sementara Yupi yang terus mengintip dari celah tembok didepan. Setelah merasa
aman dan waktunya tepat.
Yupi pun
masuk ke sekolah, ia berjalan dengan santai. Bu Kinal lalu menghentikan langkah
Yupi. Entah mengapa Yupi merasa takut dan khawatir dia akan dihukum.
“Kamu
Yupi kan?”
“I..Iya,
Bu.”
“Cepet
masuk kelas sana. Udah ditunggu Bu Shania. Duh kasian ya kamu fotocopy sebanyak
ini. Bu Shania emang gitu, sabar ya, Yup.”ucap Bu Kinal lalu memeluk Yupi.
Yupi pun
merasa kaget mendengar ucapan Bu Kinal padahal awalnya ia mengira ia akan
dihukum, eh taunya ia malah dipeluk dan tidak dihukum sama sekali.
“Ya
sudah. Kamu masuk kelas ya.”ucap Bu Kinal dengan lembut pada Yupi.
Yupi
langsung berjalan menuju Bu Shania yang sudah menunggunya. Saat Yupi sibuk
dengan hal tadi, Viny justru tengah memperhatikannya.
“Sana
kalian masuk kelas. Jam pelajaran sudah lewat beberapa menit sepertinya. Ingat,
lain kali jangan telat lagi.”
“Yupi
gak terlambat. Andai dia kemarin ada di rumah pasti gak kena hukuman kayak
gini.Istirahat nanti aku akan menemuinya.”gumam Viny sambil berjalan cepat
menuju ruang kelasnya.
***
Bel
istirahat sudah berbunyi, Viny segera keluar menuju kantin. Dan Yupi tidak ada
disana. Setelah makan dengan cepat, ia segera mencari keberadaan Yupi, saat
Viny mencari ke kelas Yupi pun Viny tetap tidak menemukan keberadaan Yupi.
Dan
seperti orang yang suka mengatakan “pucuk dicinta, ulam pun tiba” (?) Viny
menemukan Yupi ditaman sekolah, dan yang membuat Viny semakin shock adalah dia
sedang bersama Ranz Kyle.
“Mereka
berdua lagi? Apa mereka benar-benar pacaran? Aku akan menemui mereka kali
ini.”ucap Viny lalu segera melangkah menuju Yupi dan Ranz Kyle.
Langkah
Viny tiba-tiba berhenti. Ada seseorang yang menahan tangannya yang kontan
membuat langkah kakinya ikut berhenti.
“Nad.
Lepasin kali, aku mau kesana.”
“Jangan,
ngapain ih?! Gak penting tau.”ucap Nadila lalu dengan cepat menarik tangan Viny
dan menjauh dari Yupi dan Ranz Kyle.
“Kamu
kan temennya Yupi sama Ranz Kyle ? Apa mereka pacaran?”
“Kenapa
kak Viny nanya gitu? Kak Viny suka sama Ranz Kyle ya?”
“Bukan,
Nad-_- tapi aku gak mau kalo Yupi pacaran sebelum waktunya, dia masih terlalu
muda, dan liat aja mukanya terlalu polos. Dan dia bahkan gak terlalu tentang
kehidupan manusia, mungkin karena amnesianya.”
Nadila
pun mendapat ide dan kesempatan yang bagus untuk membuat Viny kehilangan
kepercayaannya pada Yupi.
“Oh
kirain, hehe. Katanya sih gitu, Kak. Mereka sering jalan berdua, dan pulang
bareng akhir-akhir ini. Terus tadi pegangan tangan berdua gitu pas masuk kelas.
Pokoknya romantis deh, Kak!”
“Hah?! Apa
mereka pernah ciuman?”
“Katanya
sih udah, Kak. Dikelas aku rumornya udah beredar, ya walaupun Vanka udah
menutup mulut para siswa dikelas buat gak ngomongin hal ini lagi, dan gak
nyebarin sampe satu sekolahan tau.”
“Oh ya,
ini fotonya. Bukannya ini di kedai Moon Light ya, Kak? Wah kayak lagi ciuman
banget nih, si Nabilah ngambil yang keren, nyerong gitu ih fotonya, mana rada
gelap lagi.”ucap Nadila sembari menyodorkan sebuah foto diponselnya dan
memperlihatkan pada Viny.
“Kamu
lagi muji nabilah, atau justru kebalikannya?”
“Hehe,
keduanya seh. Aku kan lebih suka liat foto yang jelas.”
***
“Ranz,
maafin aku ya. Aku terlambat dateng ke kelas padahal kemarinnya kamu udah
bilang kalo aku harus dateng lebih awal.”
“Gak
apa-apa kok. I can do it alone.”ucap Ranz Kyle lalu memberikan senyuman manis
pada Yupi.
“Masa
sih? Padahal hiasan kelas kan bagus gitu. Masa kamu bisa ngelakuin semuanya
sendiri sih?”
“Aku
ngerjainnya dari pagi-pagi buta sih, hehe. Dibantu sama cleaning service
sekolah juga. Aku juga sempet berpikir kalo kamu ketiduran jadi aku nelpon
temen-temen aku aja deh, aku takut ganggu tidur kamu.”
“Eh enak
aja. aku bangun pagi tau. Tapi kak Noella lagi sakit, jadi aku harus mastiin
dia udah minum obatnya dan makan. Mama kak Noella udah nitip pesan sama aku
buat ngerawat kak Noella selama dia sakit, jadi ya aku akan melakukannya dengan
baik.”
“Wah,
kamu udah bikin aku semakin nambahin tingkat kecintaan aku sama kamu tau, Yup.
Yang kemarin 100% eh sekarang jadi 110%”
“Maksud
kamu apa sih? Aku gak ngerti.”
“Tuh kan
becanda lagi.”
“Oh ya
pelajaran terakhir gak ada guru. Dan pas istirahat nanti, kata Bu Shania kita
bakal diajak nge-jenguk si Dimas di rumah sakit. Dia lagi sakit demam berdarah
katanya.”
“Jadi
kita 3 jam dong ke rumah sakit plus jengukinnya?”
“Ya gak
selama itu juga sih, Yup. Bu Shania bilang itu reward buat kita karena kita
udah ngebuat kelas semakin maju, indah dan bersih.”
“Bukannya
yang ngebuat kelas jadi indah dan bersih itu kamu? Kan yang bersihin dan majang
semua hiasan yang kita beli itu kamu?”
“Ya
emang sih. Tapi aku bilang, kamu juga udah banyak bantuin aku jadi dia ngasi
kita pulang lebih awal deh. Oh ya kamu jaga kesehatan ya! Jangan sampe sakit
kayak si Dimas ataupun kak Noella.”
“Oke.
Kamu juga ya. Berarti setelah nanti bel istirahat kedua kita langsung ke rumah
sakit dan pulang ke rumah dong?”
“That’s
true! Gimana kalo kita ngerjain tugas dipelajaran terakhir itu dirumah kamu.
Jadi kita belajar bersama gitu deh.”
“Hmm..
Aku sekarang nginep di rumah kak Noella. Kan aku ngerawat dia yang lagi sakit.”
“Oh
gitu. Yaudah nanti kita kerjainnya di rumah kak Noella aja. Nanti aku juga siap
kalo seandainya kamu perlu bantuan aku.”ucap Ranz sambil tersenyum dan memegang
bahu kanan Yupi.
“Oke. Berarti
kita pulang bareng lagi dong. Eh emangnya kamu taunya rumahnya kak Noella?”
“Aku kan
tetanggaan sama kak Noella, ya walaupun berselat banyak rumah sih. Tapi kak
Noella tau aku kok! Aku seneng deh bisa ngehabisin waktu berdua sama kamu.
Sekarang kamu itu moodmaker aku banget tau.”ucap Ranz Kyle lalu memegang tangan
Yupi dan memegang pipi kanan Yupi dengan lembut.
Dari
kejauhan, ada seseorang yang memotret aktivitas mereka, dia bukan Nabilah
ataupun Vanka. Tetapi dia adalah Nadila.
“Foto
yang indah. Aku akan sebarkan foto ini. Haha. Beruntung aku ikut ekstra
jurnalistik sendirian, jadi tidak akan pernah ada orang yang tau jika aku yang
kadang menempel sesuatu di mading.”ucap Nadila sembari tersenyum evil.
Setelah
mendapat foto, Nadila lalu dengan diam-diam memasang foto polaroid Yupi dan
Ranz Kyle di mading sekolah lalu dia menuliskan ‘NEWS!! RANZ KYLE PACARAN SAMA
YUPI’ disecarik kertas lalu langsung menempelkannya dan mengunci kaca mading.
Nadila lalu berniat untuk
pergi ke toilet dan cuci muka. Ternyata disana Nadila tidak sendirian, ada
Nabilah dan Vanka yang sedang membicarakan Yupi, dan cara untuk mengerjainya.
Nadila
kembali tersenyum evil. Dia lalu masuk ke toilet tiba-tiba dan mengagetkan
Nabilah dan Vanka.
“Hey,
Nad! Lo bikin gue kaget ajedah. Lo kaga diajarin sama orangtua lu ape. Kalo
masuk itu ketok pintu dulu kali!!”ucap Nabilah yang kesal pada Nadila.
Vanka
kembali menoyor kepala Nabilah.
“Kok lo
noyor gue lagi sih! Gue kan gak salah apa-apa!”
“Lo gila
ape. Kalo masuk ke dalem wcnya baru ketok pintu, kalo baru masuk di ruang cuci
muka gini mah kaga perlu ketok pintu-_-“
“Oh iye.
Lupa gue.”
“Yaudah,
Bil. Yuk kita pergi.”
“Eh
tunggu! Kalian jangan pergi dulu.”
“Kenape?
Lo kangen ye sama gue dan Vanka. Ya ela, Nad. Kita hampir tiap hari kali
ketemuan di kelas, masa kangen si-.-“ucap Nabilah sembari memasang wajah
datarnya.
“Bukan
itu. Aku dengar semua percakapan kalian tadi. Dan aku juga ingin bekerja sama
dengan kalian.”
“Kerjasama?
Dengan gue sama Nabilah? Gak, gue gak mau. Orang lugu dan polos kayak lo mana
bisa dipercaya, lo pasti gak tegaan buat ngerjain Yupi. Lagian buat apa lo
pingin ngerjain Yupi, bukannya dia gak pernah buat masalah apa-apa sama lo?”
“Dia
adik angkat kak Viny. Padahal dia cuma adik angkat, tapi kak Viny lebih
perhatian sama dia dibanding sama aku.”
“Ya ela.
Lu lesbi ye, Nad-_-“celetuk Nabilah.
“Nab. Lo
kan anak tunggal, lo gak tau sih namanya rasa perhatian yang kebagi-kebagi. Gue
tau yang lo rasain kok, Nad. Gue anak dari 3 bersaudara, dan gue juga ngerasain
kesedihan waktu orang tua dan kakak gue lebih perhatian sama adik gue ketimbang
gue.”
“Tapi,
gue rasa gue belum mau buat ngerjain Yupi untuk saat ini. Lagian foto ciuman
itu gelap. Gak mungkinlah mereka sampe ciuman gitu. Apalagi bukannya mereka
belum pacaran.”
“Hey,
Vanka. Kamu gak ngeliat mading sekolah? Ada berita terbaru loh tentang Yupi dan
Ranz Kyle, ayo kita kesana.”
“Ayo!”ucap
Vanka dengan bersemangat.
***
“Oh my
god.. Gue gak percaya hal ini. My RK megang tangan Yupi bahkan megang pipinya.
Foto ini begitu jelas. Jelas banget.. bikin hati gue sakit.”
Perlahan
lutut Vanka terasa melemas. Dia tertunduk dan terduduk dilantai. Perasaannya
begitu sakit. Matanya mulai memerah, Nabilah dengan cepat memeluk Vanka. Ia
sudah sangat mengenal Vanka sejak SMP. Dia tahu jika Vanka pasti akan menangis.
“Keadaan
disini lagi sepi. Lo nangis aje, Van. Lepasin semuanya. Udah gue bilang, rasa
cinta lo buat RK lo itu sia-sia.”
Vanka
mencengkram erat pundak Nabilah. Ia sudah tidak mampu menahan kesedihannya. Dia
menangis sejadi-jadinya. Syukurlah siswa-siswa disana sedang memadati suatu
promosi minuman yang ditawarkan secara gratis.
“Stop.
Lo bahkan udah nangis lama banget menurut gue. Pundak gue sakit dan pegel.
Gimana kalo lo setuju’in aja kerjasama lo bareng Nadila. Mungkin dia punya ide
buat ngebales si Yupi.”
“Ya
tentu saja! Apa yang dibilang sama Nabilah itu benar. Kamu harus percaya sama
aku. Aku punya ide yang bakal ngebuat reputasi juga nama Yupi disekolah ini
akan jelek, yang mungkin bakal ngebuat RK kamu menjauh dan ngehilangin
kepercayaan kak Viny sama Yupi.”
Vanka
lalu melepaskan pelukannya pada Nabilah, menghapus airmatanya dan bangkit lalu
memeluk Nadila dan berbisik.
“Aku
terima tawaranmu. Aku akan bekerjasama dengamu, Nad. Nanti sepulang sekolah
kita bicarakan tentang hal ini.”bisiknya lalu melepas pelukannya.
“Ayo
kita pergi, Bil. Gue pengen cuci muka nih.”
“Oke
cuy.”ucap Nabilah lalu berjalan beriringan ke toilet bersama Vanka dan
meninggalkan Nadila sendirian.
“Akhirnya….
kesempatan tidak akan datang dua kali. Aku akan memanfaatkan kerjasama ini
dengan baik. Bersiaplah, Yup. Masalah besar akan segera datang.”
***
“Kak Wel.
Aku pulang dulu ya. Aku diajak tanding futsal nih sama temen-temen.”
“Taudeh,
Ranz. Yang jadi kiper handal.”goda Noella saat Ranz Kyle meminta ijin untuk
pergi.
“Iya
dong. Aku kan emang kiper yang handal ngejaga gawang, eh apalagi kalo aku
ngejaga hatinya Yupi, pasti aku juga handal haha.”
“Hus..
sana gih katanya teman kamu nyuruh dateng jam tiga.”
“Oh iya,
yaudah. Aku pergi dulu ya! goodbye Yupi !”
“Eh,
Yup. Ranz itu suka banget sama kamu lho, tapi kamu kayaknya gak peka-peka deh.
Huh.”
“Ah aku
gak ngerti deh. Kak Wel udah minum susu eksperimen aku belum?”
“Udah
tuh. Tanya bibi aja. Tadi dia yang ngasi sejam yang lalu.”
“Ada
makanan yang pingin kak wel makan gak? Nanti aku beliin deh.”
“Kebetulan
banget aku lagi pengen kue cubit greentea sama hamburger di pinggir jalan deket
perempatan itu, Yup.”
“Yaudah
aku beliin ya!!”
“Tapi
aku belum laper.”
“Ah gak apa-apa!
Mungkin nanti pas kak Wel liat makanan itu, kak Wel jadi laper dan pingin mam
makanan itu.”
“Ya
terserah kamu ajadeh. Aku mau tidur dulu.”
***
Yupi pun
berhasil membeli kue cubit greentea. Yang kurang dibeli hanya hamburger. Tapi
pada saat ia akan membeli hamburger, dia bertemu dengan Eonninya. Lalu mereka
duduk dibangku taman perkotaan yang sepi.
“Eonni?!
Tumben deh ngunjungin aku lagi. Aku kangen tau”ucap Yupi lalu saat ia akan
memeluk eonninya, tangannya kembali dan malah memeluk dirinya sendiri.
“Sudahlah,
kamu tidak akan bisa memelukku. Aku bukan manusia sepertimu. Jika kamu menjadi
malaikat, sudah pasti kamu bisa memelukku. Dimensi kita berbeda, aku malaikat
dan kau manusia.”
“Iya aku
tau. Hanya saja aku merindukanmu, Eonni.”
Eonninya
hanya tersenyum.
“Ini
ambil.”ucap Eonni itu sembali menyodorkan sebuah buku yang bagian depannya
bertuliskan death note.
“Apa Eonni
telah menemukan buku milikku?!”
“Tidak.
Entah dimana bukumu itu berada. Kepemilikkannya sudah hilang, bukankah kamu
sudah jadi manusia sekarang? Jadi aku memutuskan untuk memberimu buku death
note yang baru.”
“Apa aku
benar-benar bisa menjadi malaikat lagi dengan buku ini?”
“Tentu.
Aku sudah menanyakannya pada pemimpin malaikat pengantar jiwa. Dia bilang cara
ini akan berhasil membuatmu kembali menjadi seorang malaikat.”
“Jadi
begitu ya?”
“Iya.
Yang kamu harus lakukan hanya menyentuh cover buku ini dengan salah satu
tanganmu. Dan 3 hari kemudian, aku akan menjemputmu dan kau akan menjadi
malaikat pengantar jiwa lagi.”
“Tapi
bagaimana dengan kehidupanku di dunia ini?”
“Kau
akan terlihat mati bagi mereka, jadi di dunia manusia, mereka akan menganggapmu
sudah tiada sedangkan kau sudah resmi menjadi malaikat kembali.”
“Mereka
akan menganggap kalau aku mati? Jadi, aku harus mati dan meninggalkan
kehidupanku dulu setelah menyentuh buku ini, lalu aku akan secara langsung
menjadi malaikat?”
“Tentu,
hanya saja dengan aku memberikanmu waktu 3 hari untuk tetap berada dikehidupan
manusia ini, agar kamu bisa mengucapkan salam perpisahan pada mereka, buatlah
hal yang menyenangkan dan berkesan untuk mereka.”
“Tapi Eonni,
aku ingin jujur padamu. Dunia manusia ini membuatku nyaman, sangat
menyenangkan. Dan selain itu aku rasa, aku tidak tega meninggalkan kak Viny.
Jadi aku tidak ingin menjadi malaikat. Aku minta maaf.”
“Hey.
Jangan mudah percaya pada manusia. Belum tentu dia mempercayaimu juga seperti
kamu yang begitu percaya pada kak Vinymu itu. Aku tak menyangka, mereka sudah
sangat mempengaruhimu.”
“Jangan
bilang begitu, Eonni. Sejak menjadi manusia, aku tau rasanya kasih sayang,
persahabatan dan banyak hal yang belum aku ketahui sebelumnya yang kini membuatku
menjadi tau.”
“Kasih
sayang? Memang sejak kau menjadi manusia, semakin lama sifatmu semakin
manusiawi. Oh ya buku ini hanya bisa dilihat oleh malaikat jadi bawalah buku
ini bersamamu, jika kau sudah tidak ingin menjadi manusia, lakukanlah seperti
yang aku katakan, dan jadilah malaikat pengantar jiwa lagi. Aku juga
merindukanmu. Aku harap kamu akan mengubah keputusanmu itu.”ucap Eonninya itu
dan tiba-tiba menghilang dari hadapannya.
“Eonni!! Eonni!!”teriak Yupi lalu terduduk
lemas di bangku taman.
Sebenarnya
Eonninya tidaklah pergi, namun ia berada diatas gedung dan melihat Yupi dari
kejauhan. Dia menatap Yupi sendu. Dia merasa kesal dengan orang yang disebut
kak Viny oleh Yupi itu.
Karenanya, Yupi yang awalnya
ingin cepat-cepat menjadi malaikat lagi malah menolak untuk menjadi malaikat.
Ini sangat mengejutkan bagi eonninya. Dan tiba-tiba bel pertanda ada seorang
jiwa yang akan dia antar pun berbunyi, dan dia pun lalu dengan gaib menghilang.
“Maafkan
aku Eonni:( Apa yang aku katakan tadi salah. Oh astaga.. sepertinya aku
menyakiti Eonni. Huh apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus tetap menjadi
manusia atau kembali menjadi malaikat. Dan pilihan lain itu seperti aku harus
memlih kak Viny atau Eonni? Mengapa bisa menjadi rumit dan sesulit ini.”
“Awalnya
aku meminta Eonni agar menemukan cara untuk membuatku kembali menjadi malaikat.
Tapi ketika dia sudah menemukan caranya, mengapa justru aku menolaknya seperti
itu. Maafkan aku Eonni. Seharusnya aku terima saja tawarannya tadi tetapi…”
“Bagaimana
dengan kak Viny? Kini aku menyayanginya, sama seperti aku menyayangi Eonniku
namun mungkin rasa sayangku pada kak Viny terlalu berlebihan? Aku seharusnya
tidak terlibat dengan dunia manusia ini. Aku bingung.”
“Baiklah
untuk sementara ini, aku akan menjalankan hari-hariku seperti biasa menjadi
seorang manusia. Sekali maafkan aku Eonni, aku tidak bermaksud menyakitimu
dengan tidak menghargai usahamu.”
Bersambung....
Bersambung....

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusbtw, itu si Eonnie mukanya kayak gimana ? jadi penasaran pengen tau tokoh fiksi bernama Eonnie itu -_- km ada FB ga dek ?
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusEonnie itu Veranda;)
HapusAda sih tapi jarang make FB skrg kak
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNaominya kok gx ada
BalasHapusBuat part yg special dong naomi sama
BalasHapusviny
Dulu ada pas Viny sama Naomi bertengkar wkwk. Tunggu aja kelanjutannya yaa
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapus