My Beloved Strange Angel Part 11: Creating The Memories

Yupi sebenarnya ke toilet hanya untuk menghindari pertanyaan dari Viny. Ia merasa sudah cukup ia memberi tau Viny sedikit informasi terselubung yaitu ‘Walaupun nanti kak Viny gak bisa ngeliat aku'

Jika Yupi kembali menjadi malaikat, ia tidak akan bisa dilihat oleh Viny. Ya karena Viny hanyalah seorang manusia biasa, bukan seorang malaikat yang sama seperti dirinya.

Saat Yupi tengah sibuk memikirkan tentang jati dirinya sebagai malaikat. Ia mendengar suara seorang perempuan yang menangis. Dia pun berjalan perlahan ke sumber suara.

“Kenapa aku selalu sendiri!! Aku benci! Benci semuanya!!”

Yupi pun bersembunyi, instingnya mengatakan kalau orang yang sedang menangis itu akan keluar. Dan benar saja, orang itu keluar dan ternyata dia Sinka. Teman sebangku Yupi.

“Sinka? Hmm..”
***

Senja hari pun tiba. Matahari mulai mengendurkan sinarnya. Kini Yupi masih berada disekolah bersama Ranz Kyle. Sebenarnya siswa-siswa yang lain sudah pulang saat tengah hari tadi, namun berbeda dengan siswa lainnya.Yupi dan Ranz Kyle pulang saat senja dikarenakan Bu Shania yang memberi mereka ceramah-ceramah.

“Pasti kak Viny udah dirumah nih”gumam Yupi dipagar sekolah.

“Kak Viny? Kenapa kamu ngomongin kak Viny? Emang kamu siapanya kak Viny?”tanya Ranz Kyle sembari memperbaiki rantai sepedanya.

“Oh. Hmm.. Aku adiknya kak Viny”

“Oh pantes.”

“Pantes kenapa, Ranz?”

“Pantes kecantikannya ya.. 11 12 gitu sama kakak kamu haha”

“Ah bisa aja deh.”

“Kak Viny itu kan cewek terpopuler di sekolah saat ini, Yup. Terus sekarang kamu juga terpopuler disekolah loh. Tadi aku sempet liat mading eh ada foto kamu.”

“Foto? Foto itu apa, Ranz?”

“Ah kamu mah bercanda ajadeh. Foto itu kayak gini.”ucap Ranz lalu mengambil ponselnya dan berfoto bersama Yupi.

“Eh kok muka aku bisa ada disitu, Ranz?”

“Nah ini yang namanya foto, Yup. Eh kalo lewat hape gini sih namanya selfie haha. Jadi foto itu ya.. untuk mengabadikan gitu sih. Kan bisa kita simpen dan liat kapanpun kita mau. Bahkan nih, misalnya kita kehilangan orang yang kita sayangi, kita pasti bakal bisa tetep ngeliat dia lewat foto.”

“Wah keren banget dong!”

“Eh foto lagi, Yuk. Eh iya foto kali ini senyum ya!”ucap Ranz lalu mereka pun kembali berfoto.

“Duh good looking banget nih fotonya! Kamu kalo difoto makin keliatan cantik deh padahal belum pake editan apa-apa”

Yupi pun hanya bingung dan garuk-garuk kepala. Ia sama sekali tidak mengerti editan apa yang dimaksud Ranz Kyle. Ia hanya membalasnya dengan senyuman.

“Eh iya. Kamu pulangnya dijemput kak Viny ya?”

“Enggak. Aku pulangnya jalan, Ranz”

“Gimana kalo kamu aku bonceng aja? Ya walaupun cuma pake sepeda gayung tapi kan lumayan bisa buat badan sehat terus terhindar dari kena begal.”

“Aku gak permasalahin kok. Mau pake alat tranportasi apa. Tapi bedanya pake sepeda gayung sama jalan apa?”ucap Yupi polos.

“Tuh kan becanda lagi nih. Ya kalo pake sepeda gayung ya lebih cepet sampe rumah dibanding jalan kaki. Lagian ini udah mau hujan lagi. Ayo cepet naik. Kebetulan rumah aku kan pake ngelewatin rumah kak Viny dulu. Jadi kita searah.”

Yupi pun menerima ajakan Ranz Kyle. Bukan karena ia takut hujan, ia bahkan tidak tau hujan itu seperti apa. Dia hanya takut jika Viny akan cemas jika ia belum pulang. 

Ranz Kyle pun mulai mengayuh sepeda. Dibelakang Yupi takut, ia teringat kejadian saat Lidya menariknya dengan sepeda. Ia pun memeluk pinggang Ranz Kyle dari belakang. Ranz Kyle pun mengetahui kalau Yupi tengah memeluknya dari belakang, ia merasa senang dipeluk Yupi. Ranz Kyle sudah jatuh cinta pada Yupi saat pertama kali ia melihat wajahnya.  

Ditengah Ranz Kyle dan Yupi yang sedang menaiki sepeda berdua. Dari kejauhan ada yang sedang memperhatikan gerak-gerik mereka.

“Ya ampun, Van. Liat, kesayangan lo diembat sama Yupi”

“Iya, Nab. Gue liat. Kurang ajar banget si Yupi manusia permen itu! Baru sehari dia dikelas kita. Dia udah berani mempermalukan gue dikelas terus ngambil jabatan gue dan yang paling gue gak bisa toleransi. Dia udah berani deket ‘banget’ lagi sama My RK!”

“Eh.. Liat deh. Ini kan Display Picturenya si RK. Kok dia bareng Yupi gitu sih.”

“Mana?? Mana??”Tanya Vanka pada Nabilah yang tengah memegang ponselnya.

“Kurang ajar banget tuh si Yupi. Selama ini My RK gak pernah pasang DP bareng cewek bahkan mama atau kakaknya sekalipun! Tapi sekarang? Emang bener-bener ya tuh si Yupi!!”

“Sabar.. Vanka.. Sabar.. Kita kerjain dia besok aja gimana?”ucap Nabilah sambil mengelus-elus punggung Vanka.

Bukannya mengiyakan, Vanka malah menoyor kepala Nabilah.

“Kok gue ditoyor sih? Gue kan gak salah apa-apa.”

“Lo emang gak salah apa-apa, Nab. Tapi besok kan kita libur-__- Gimana sih?!”

“Oh iye. Gue lupa. Sorry..Sorry.”

“Disaat nanti ada waktu dan kesempatan yang tepat. Gue pasti bakal kerjain Yupi abis-abisan bahkan sampe dia nangis kalo perlu.”

***
Viny tengah mondar-mondir dikamarnya. Ia terus memandangi pagar rumahnya lewat jendela kamarnya. Dia bukan sedang menunggu orang tuanya, namun ia kini sedang menunggu Yupi yang belum pulang sejak 4 jam yang lalu. Walaupun Viny sudah mengetahui kalau Yupi sedang bersama Bu Shania.

Saat Viny melihat jendela untuk kesekian kalinya. Ia pun akhirnya melihat Yupi. Namun Yupi pulang bersama seorang cowok yang Viny sendiri tidak tau itu siapa. Ia memandangi cowok itu dengan detail. Dan bahkan memotret cowok itu.

“Hmm.. Siapa ya cowok itu? kayaknya aku pernah liat mukanya. Tapi dimana ya?”ucap Viny sambil terus berpikir.

“Oh iya! Aku pernah liat dia di BBM!”ucap Viny lalu segera mencari kontak yang Display Picturenya mirip dengan cowok yang bersama Yupi tadi.

‘Krek’Pintu pun terbuka dengan perlahan.

“Ka Viny.. Aku pulang! Maaf ya aku pulangnya sampe jam segini. Tadi aku banyak dikasi wejangan gitu sama Bu Shania terus dikasi tugas khusus gitu untuk kemajuan kelas.”

“Oh gitu. Yaudah.”

“Kok jawabnya cuma gitu aja kak Viny?”

“Terus maunya apa? Sana mandi gih! Terus masakin sesuatu buat aku. Hari ini papa sama mama pulang telat, mereka lagi reunian.”

“Oke kak Viny!”ucap Yupi lalau ia pun menaruh tas dan menaruh sepatu ditempat yang sudah disediakan lalu mengambil handuk dan mandi.

“Ah ketemu! Oh jadi ini. Hmm.. Ranz Kyle. Eh kok cewek yang foto sama dia mirip Yupi?!”ucapnya lalu terus saja memperhatikan foto itu dengan detail.

“Ini Yupi. Jangan-jangan Yupi udah pacaran lagi sama si Ranz Kyle ini. Lagian fotonya romantis banget. Yupi pake sender-senderan gitu lagi. Terus itu tangannya Ranz Kyle ngerangkul Yupi gitu. Pokoknya dia gak boleh pacaran. Dia masih terlalu muda untuk pacaran. Aku gak mau kalau nanti Yupi bakal sakit hati”ucap Viny dalam hati.

“Doorr!!”kejut Yupi pada Viny.

Viny pun terkejut. Ponselnya pun terlepas dari tangannya.

“Duh!! Yupi! Pake kaget-kagetin segala deh. Mana hape aku sampe jatuh gini lagi, untung jatuhnya dikasur! Coba kalo dilantai. Terus dia rusak! Emangnya kamu mau ganti?!”

“Maaf kak Viny.. Maaf..”ucap Yupi sambil memasang wajah sedih dan memelasnya.

“Udahlah. Aku cumaa bercanda kok, Yup. Haha serius banget.”

“Eh kak Viny. Gimana kalau kita foto bareng? Jugaan aku habis mandi nih. Jadi harum gitu, jadi kak Viny gak perlu kesel kalo aku bau, kan sekarang aku udah wangi”

“Foto bareng? Selfie?”

“Iya kak Viny!”

“Oke ayo! Gaya sama ekspresinya yang bagus ya, Yup!”

Mereka pun asik berfoto bareng. Entah sudah berapa foto yang kini sudah tersimpan di ponsel Viny.

Yupi sebenarnya sudah terpikir akan foto bareng dengan Viny sejak mendengar kata-kata Ranz Kyle tadi. Jika Yupi nanti akan menjadi malaikat kembali. Viny tak perlu risau ataupun rindu dengannya. Karena kini Viny bisa terus melihat foto dirinya.

“Kak Viny. Udah dulu ya foto-fotonya. Aku mau masak dulu ya, Kak.”

“Oh iya..iya..”

Viny pun sibuk melihat sekaligus mengedit foto-foto selfienya tadi bersama Yupi. Dia berpikir, entah darimana Yupi punya kenginan untuk melakukan hal seperti ini. Tapi dia kembali berpikir dan menganggap itu bukan hal yang penting.

Yang penting. Kini dia sudah mempunyai foto bersama Yupi.

“Kalau begini caranya. Aku seneng deh bisa tetep ngeliat Yupi. Kalo nanti ingatan dia udah kembali, aku gak perlu terlalu sedih kalau dia pergi.”

“Mana fotonya lucu-lucu gini lagi. Oh ya kirim ke hapenya Yupi ah.”

***
“Enak gak makanannya kak Viny?”

“Enak kok. Eh btw kamu lagi deket sama cowok ya?”

“Deket sama cowok? Hmm.. Iya. Terus kenapa kak Viny?”

“Kamu gak boleh pacaran ya? Kalo misalnya dia tanya sama kamu, “Kamu mau gak jadi pacar aku?” nanti kamu jawab enggak ya. Pokoknya kamu tolak.”

“Pacaran? Ah aku gak ngerti, Kak. Iya..Iya..”

“Dan satu lagi. Kamu jangan mau diajak ke tempat yang sepi dan gak boleh ciuman! Oke”

“Ciuman itu kayak yang film korea yang aku tonton gitu ya kak?”

“Iya.”

“Oke, Kak.”

“Oh ya, Yup. Gimana kalo besok kita jalan-jalan? Besok kan kita libur”

“Maaf kak Viny. Aku gak bisa jalan-jalan besok soalnya aku ada tugas dari Bu Shania.”

“Yah”

Tiba-tiba terdengar suara cegukan.

“Yup. Kamu cegukan?”

“Cegukan itu apa, Hek."

“Ya suara aneh yang keluar dari mulut kamu itu.”

“Jadi, Hek. Ini cegukan.”

“Hmm.. Aku tau cara ngilangin cegukan. Gimana kalo kita coba pake cara minum air.”ucap Viny lalu segera mengambil segelas air untuk Yupi.

“Eh tunggu. Minumnya nunduk, Yup.”

Yupi pun melakukan seperti yang di instruksikan Viny. Bukannya hilang, Yupi malah tetap cegukan dan bahkan tersedak sampai batuk-batuk.

“Lah. Masih cegukan juga? Hmm.. Gimana kalo kita pake cara yang kedua.”
Viny lalu mengambil sesendok gula.

“Itu buat apaan, Hek?”

“Jadi kamu telen gula ini, Yup. Semoga berhasil deh.”

Yupi melakukan apa yang di instruksikan Viny untuk kedua kalinya. Yupi memejamkan matanya saat sesendok gula itu dimasukkan oleh Viny ke mulut Yupi.

“Nah telen, Yup! Duh kemanisan ya? Kasian.. Sini dipeluk”ucap Viny dengan nada bercanda lalu memeluk Yupi.


Viny bertatap-tatapan dengan Yupi.

“Kayaknya berhasil deh.”gumam Viny lalu tiba-tiba Yupi kembali cegukan.

“Ah masih belum hilang, Hek”

“Baiklah kita pake cara ketiga yang agak ekstrem”ucap Viny lalu mengajak Yupi ke kamar.

Viny lalu menyalakan Smart TVnya. Smart TV itu bisa digunakan untuk menonton video di Youtube dan TV itu bisa terhubung dengan koneksi internet. Dan memang dirumah Viny ada wifi yang sudah disediakan oleh orang tua Viny. Yupi hanya diam dikasur sembari senderan ditembok. Ia sedang cegukan sekaligus bingung akan hal yang sedang dilakukan Viny saat ini.

 Setelah menyetel Smart TVnya. Viny lalu mematikan lampu kamarnya dan mencari video di Youtube.

“Oke, Yup. Kita sekarang bakal nonton film horror”

“Film horror itu apa, Hek?”

“Udah gak usah banyak tanya. Tonton aja! Liat tuh udah mulai.”

Sebenarnya cara ketiga itu adalah membuat Yupi kaget. Jadi Viny akhirnya memutuskan untuk menonton film horror yang biasanya sering kali membuat siapapun yang menonton pasti akan terkejut.

Bukannya takut, justru Yupi malah serius menonton. Dan dia terlihat sangat menikmati film horror itu. Dan justru Viny yang malah ketakutan menonton dan bersembunyi dibalik selimut.

“Kak Viny takut ya?? Hek”

“Hmm.. Enggak. Buat apa aku takut! Jugaan ini cumaa bohongan. Masa aku kalah berani sama kamu, Yup.”

“Kalo gitu, jangan sembunyi dibalik selimut dong, Hek”

Viny mencoba pura-pura berani menonton. Ia sudah merasa sangat tegang menonton film itu dan bahkan diperparah dengan lampu yang sudah ia matikan sendiri. Disaat ada adegan yang menunjukkan hantunya datang tiba-tiba dan bahkan mendekati layar. Sontak Viny kaget dan bahkan pingsan.

“Hah?!”kaget Yupi melihat Viny yang tiba-tiba jatuh dipangkuannya.

“Loh kak Viny?! Kak? Loh kok kakak malah pingsan sih?”

Yupi pun langsung menyalakan lampu. Dan memperbaiki posisi Viny. Setelah itu dia pun baru menyadari jika cegukannya telah menghilang.

“Eh, Kak! Cara ketiga kakak berhasil loh!! Ternyata kalo aku kaget liat kakak pingsan, cegukan aku jadi hilang!”ucap Yupi dengan bersemangat.

“Kak Viny sekarang boleh bangun kok. Udahlah jangan akting pingsan gitu. Bikin aku kaget ajadeh.”ucap Yupi sambil menggoncangkan tubuh Viny yang sekarang dalam posisi tidur.

“Lah kok pingsan beneran.___.?”


“Yaudah selamat tidur ya kakak.”ucap Yupi lalu menyelimuti Viny dan mematikan lampu kembali dan tidur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Cerita Pendek (Cerpen) Bahasa Bali

My Beloved Strange Angel Part 10: My New Class

Contoh Bukti Kas Masuk, Kas Keluar, Memorial, Faktur, Memo Kredit dan Memo Debet dalam Akuntansi