My Beloved Strange Angel Part 9 : Before and After
Viny pun memegang tangan Yupi.
Tapi… Sementara itu…
Yupi dijemput oleh seorang
malaikat.
“Bangun!”ucap malaikat itu
pada Yupi.
Arwah Yupi pun terbangun
dari tubuhnya yang kini sudah ditinggalkannya.
“Apa aku akan bisa menjadi
malaikat lagi?”tanya Yupi dengan bersemangat.
“Tentu saja tidak”jawab
malaikat itu.
“Mengapa begitu?”
“Sebelumnya perkenalkan, aku
adalah pemimpin malaikat pengantar jiwa”
“Jadi kamu pemimpinnya. Wah
aku baru tau. Salam dariku untukmu”
Malaikat itu tersenyum
tipis.
“Untuk
pertanyaan tadi, aku akan menjawabnya tapi sekarang coba kamu lihat gadis yang
sedang memegang tanganmu itu”
Yupi pun mengalihkan pandangannya lalu melihat
Viny yang menangis hebat. Ia memegang tangannya.
“Yup, aku udah bersikap baik
sama mama tiri aku. Aku udah turutin kenginan kamu. Sekarang ayo bangun!!
Denger suara aku!!”ucap Viny sambil terbangun dari tempat duduknya lalu
menggoncang-goncangkan tubuh Yupi.
“Yupi.. bangun.. aku sayang
kamu…Jangan tinggalin aku..”lirih Viny terduduk dan tertunduk kasur Yupi lalu
terus menangis.
Yupi pun terkaget mendengar semua ucapan Viny.
Padahal sengingatnya Viny dulu mengatakan padanya bahwa Viny tak menyayanginya
dan menyuruhnya untuk menjauhinya dan tinggal di rumah Noella.
Yupi pun mulai mengalihkan
pandangannya dari Viny, ke Noella, Naomi juga Rona dan Lidya. Yupi pun
tersentuh, mereka semua menangisi kepergiannya.
“Apa kedengarannya yang
diucapkan gadis itu jujur?”ucap malaikat itu sambil menunjuk Viny.
“Ya jujur. Airmatanya pun
tulus”ucap Yupi yang masih memandangi Viny.
“Kamu bisa kembali ke
tubuhmu. Aku ijinkan kamu kembali. Viny sudah merubah sikapnya untukmu. Dan
pada saat itu, yang menjatuhkan vas bunga itu adalah Eonni kamu. Dia sudah
melanggar aturan. Dan sekarang ia sedang menjalani hukuman”
“Jadi kecelakaan itu bukanlah
salahmu. Dan kamu juga sudah mengubah semuanya dengan menyelamatkan Naomi
walaupun kamu sudah sangat disakiti”lanjutnya.
“Apa aku benar-benar bisa
kembali?”
“Ya tentu saja. Kembali lah
ke tubuhmu.”
“Terimakasih”lirih Yupi.
“Ya sama-sama”
Yupi kembali memasuki
tubuhnya. Alat EKG (Pengukur detak jantung)
itu pun kembali berbunyi dan grafik detak jantung Yupi menunjukkan detak
jantung Yupi yang kembali berdetak.
Dokter yang semula akan
keluar ruangan pun kembali menghampiri Yupi dan memberi pertolongan yang lebih
lanjut dengan cepat. Raut wajah bahagia pun mulai terpancar dari wajah Viny dan
yang lainnya. Seperti secercah cahaya yang mulai muncul untuk menyinarinya
kembali.
***
“Yup. Buka mata kamu dong..
hari ini hari ulang tahunku.. aku kemarin udah minta kado nyawa kamu
terselamatkan dan ternyata tuhan udah ngasi kado itu.. sekarang aku minta kamu
bangun..buka mata kamu..ayo rayain ulang tahunku..”lirih Viny sembari mengelus
telapak tangan Yupi.
Kelopak mata Yupi pun
perlahan mulai terbuka dan sesekali mengerjap. Dia pun menggerakan tangannya.
Dan membuat Viny tersadar bahwa Yupi akhirnya sudah sadarkan diri.
“Yup. Kamu udah sadar?”
“Ngg.. ka Viny.. aku juga
sayang ka Viny…”ucap Yupi dengan keadaan yang masih lemas dan setelah itu
memberikan senyumannya untuk Viny.
Viny pun kembali menangis
mendengar ucapan Yupi. Yupi pun mengangkat tangannya perlahan dan menghapus air
mata Viny yang sudah membasahi pipinya.
“Ka Viny jangan nangis lagi
dong…”
“Iya aku gak nangis”
“Hmm.. Yup. Apa kamu gak
amnesia kena vas bunga segede dan seberat itu? atau jangan-jangan ingatan kamu
yang dulu udah kembali lagi”
Yupi pun kembali tersenyum.
“Aku gak bakal lupain
kenangan indah aku. Dan orang yang memunculkan kenangan indah itu ya ka Viny.
Jadi mana mungkin aku lupain ka Viny”
“Kok cuma ka Viny yang ada
disini?”lanjut Yupi.
“Iya, yang lainnya lagi
makan”
“Ka Viny udah mam?”
Viny pun tersenyum tipis.
“Belum. Aku nungguin kamu disini
sampe aku mungkin udah lupa kapan terakhir aku makan.”
“Ihii….ka Viny.. Gak boleh
gitu ah. Mam dulu sana. Beliin aku pizza ya? Kalo ka Viny gak mau bayar, ya
kasi aja voucher aku yang dulu”
“Hey kamu itu masih sakit.
Gak boleh makan pizza, Ngerti?”
“Tapi aku pingin:( Eh aku
udah sehat kok nih liat”
Yupi pun berusaha bangun
dari tempat tidurnya.
“Eh jangan!! Apa yang kamu
lakuin!!”bentak Viny sambil menidurkan tubuh Yupi kembali.
“Aku udah sehat kok. Jadi
aku mau tunjukkin kalo aku sehat”
“Dasar sok sehat. Lihat tu
infus. Tabung oksigen. Rasain tubuh kamu yang sekarang lemes. Kepala kamu luka.
Yakin sehat?”
“Iyadeh aku sakit:(“
“Selama kamu sakit gak boleh
makan selain yang dikasi dokter ataupun suster.”
“Yah:(“
Viny pun tertawa melihat
sikap Yupi yang seperti anak kecil.
“Ka Viny sekarang tanggal
berapa?”
“1 Januari 2016”
“Bohong”
“Wah kamu masih bisa aja
mendeteksi orang bohong atau engganya”
“Iyadong. Ka Viny jawabnya
yang bener dong, masa aku udah setahun koma sih:(“
“Bercanda.. sekarang tanggal
23 Februari”
“Wah.. selamat ulang tahun
ya ka Viny! Maaf aku belum bisa kasi kado”
“Kok kamu tau hari ini ulang
tahunku?”
“Hehe aku liat ka Viny
sering banget nulis 23 Februari dan ngelingkarin tanggal itu”
“Oh gitu. Kalo gitu makasi
ya ucapannya. Kamu gak perlu kasi aku kado. Bagi aku, keselamatan kamu dan
kesehatan kamu itu udah kayak kado buat aku”
“Ngg… apa aku kado dari
tuhan untuk ka Viny?”
“Haha. Mungkin iya”
“Ih… ka Viny”ucap Yupi
dengan tersipu malu.
Noella pun memasuki ruangan
Yupi bersama Naomi, Lidya dan Rona. Dan mereka sudah melihat Yupi yang sedang
mengobrol dengan Viny.
“Yupi…”lirih Noella dengan
mata yang berkaca-kaca.
“Eh.. Ka Wel. Jangan nangis
lagi ya.. aku ada disini kok”
“Yupi…”ucap Noella kembali
lalu memeluk Yupi.
Yupi masih dalam keadaan
yang tertidur. Viny pun membiarkan Noella melakukan hal itu. Dia tau Noella
sangat sayang pada Yupi.
“Udah, Kak. Aku sesak nafas
ntar.”
“Maaf ya, Yup. Aku kangen
sama kamu. Udah lama aku gak liat senyum kamu”
“Emang aku koma berapa lama
sih?”
“Hmm.. Yup.. aku minta maaf
ya soal aku yang sering ngebully kamu”
“Gak apa-apa kok kak Naomi.
Aku gak marah. Aku maafin kak Naomi”
“Jadi cuma Naomi ajanih yang
dimaafin? Kitanya engga gitu”ucap Rona yang berada disamping Naomi.
“Dimaafin kok.”
“Selama aku koma. Kalian gak
berantem kan?”tanya Yupi.
“Kita gak berantem cumaa
kita nangis. Mungkin air mata kita udah segalon kalo dikumpulin :v”ucap Rona
dengan nada yang bercanda.
“Lebay lu, Ron”ucap Lidya
sambil menoyor kepala.
“Eh, Yup. Selama kamu koma,
si songong Viny selalu megang tangan kamu loh”
Yupi pun tertawa kecil.
“Ih, Lid. Jangan dikasi tau
kali. Rahasia woyy!”
Mereka pun tertawa bersama.
***
Seminggu pun berlalu, kini
Yupi sudah keluar dari rumah sakit. Kesehatannya makin baik setiap harinya. Dia
pun sudah mulai menjalani hari-harinya seperti biasa.
Kini Viny sudah berteman
bahkan bersahabat dengan Naomi. Dan sejak kejadian itu, Naomi menjadi sosok
yang lebih baik, ia tak lagi membully orang lain sejak ia tahu dampak yang akan
terjadi jika dia membully seseorang.
Naomi pun juga dekat dengan
Yupi. Dan Yupi bisa membawa sedikit demi sedikit perubahan pada sikap Naomi.
Lidya dan Rona pun juga sama, mereka menjadi sosok yang lebih baik. Walau
terkadang sering berantem.
Dan Noella? Dia juga mulai
bersahabat dengan Viny, Naomi, Lidya dan Rona. Para sahabatnya itu pun sekarang
sering menemaninya sehingga ia tak lagi kesepian. Banyak perubahan yang terjadi
setelah kejadian itu, Viny pun benar-benar berubah menjadi orang yang
bersahabat, ia tak lagi sangat dingin seperti dulu. Dan Viny pun juga mulai
bersikap baik pada ibu tirinya.
“Akhirnya aku sembuh juga ya
ka Viny?”
“Iya, Yup. Bagus deh kalo
kamu udah ga sakit lagi”
“Tapi aku pingin sakit aja
deh”
“Eh, gak boleh ngomong
gitu-,-“
“Abis kalo aku sakit, ka
Viny baru deh perhatian banget. Coba pas aku dulu masih sehat dan gak sakit.
Pasti ka Viny cuek banget. Berasa kaya tinggal sama patung deh”
“Ih apaan sih? Ngaco deh.
Btw capek ya hari ini. Tumben jalan-jalan seharian”
“Ah aku gak capek tuh.
Akhirnya tadi aku bisa mam pizza setelah sekian lama. Terus aku bisa main di
timezone lagi bareng ka Viny”
“Udah.. diem deh anak kecil.
Sekarang tidur, udah malem.”
“Kok anak kecil sih? Kata bu
Natalia aku udah gede.”
“Gede apanya? Kamu aja
pendek kayak gitu. Dasar anak kecil.”
“Dasar anak besar”
“Ih napa bilang aku anak
besar,hah?”
“Kan tadi, aku dibilang anak
kecil. Yaudah berarti aku jawabnya anak besar.”
“Yaudah, kalo gitu. Adik
kecil aja gimana?”
“Oke kaka tua. Yuk tidur”
“Ih dasar kamu itu ya?
Nyebelin”ucap Viny yang geram akan ucapan Yupi. Ia pun menggelitiki Yupi sampai
Yupi merasa sangat lelah untuk tertawa.
“Udah dong ka Viny.. aku
nyerah.. aku ngalah”
“Nah gitu dong. Baru adik
yang baik”
“Emang selama ini aku adik
yang jahat ya ka Viny?”
“Ya gak gitu juga kali-__-“
“Terus gimana?”
“Stop. Sekarang aku nanya
sama kamu. Hm.. kamu udah inget sama memori kamu yang dulu gak?”
“Kenapa ka Viny nanya gitu?”
“Hm.. Aku cuma iseng aja..”
“Kenapa ka Viny nanya
gitu?”ucap Yupi mengulang pertanyaannya tadi. Ia merasa pertanyaannya belum
dijawab dengan benar.
“Kok kamu ngulang pertanyaan
tadi sih?”
“Ka Viny, itu bukan jawaban
ka Viny sebenarnya. Ka Viny seneng banget gak ngomong jujur deh.”
“Jadi aku harus jujur gitu?”
“Iya dong”
“Hm.. andai kamu inget semua
ingatan kamu, pasti kamu bakal pergi dan jauh dari aku kan?”
“Gak. Aku gak akan pergi
jauh dari ka Viny. Kalau nanti aku pergi, ka Viny gak perlu khawatir. Aku pasti
bakal baik-baik aja kok”
“Ah denger kamu ngomong gitu
kok aku jadi sedih gini ya?”
“Jangan sedih dong. Sekarang
kan aku ada disamping ka Viny. Terus ka Viny masih bisa lihat aku. Dan diantara
semua manusia yang ada, aku cuma paling deket dan percaya sama ka Viny. Jadi
jangan khawatir dan sedih ya ka Viny ku”
Kini Yupi sudah tidak lagi
tidur dibawah. Dia sekarang sudah tidur satu kasur bersama Viny. Mereka pun akhirnya
menyudahi percakapan dan mulai mencoba untuk tertidur.
Didalam hatinya, Yupi mulai
berpikir. Jika nanti Eonninya bisa menemukan cara agar ia bisa menjadi malaikat
lagi. Mungkin ia akan benar-benar meninggalkan Viny. Dan Viny tak akan pernah bisa
melihatnya lagi.
Yupi pun bingung. Apakah ia
akan menjadi manusia atau malaikat. Tapi kini, ia berusaha untuk memikirkan hal
yang sekarang terjadi. Ia tak ingin memikirkan masa depan yang ia sendiri tidak
tau bagaimana nantinya.
Jika memang sekarang ia
ditakdirkan untuk berada disamping Viny. Maka itulah yang akan dia lakukan. Ia
akan terus menjaga Viny. Dan menjadi malaikat sekaligus adik kecil untuk Viny.
Tamat.
Buat yang belum baca part sebelumnya :


Karena akhir-akhir ini aku bakal sibuk banget. hehe xD Jadi ditamatin sampe part ini dulu ya. Kalo udah agak santai. Ntar kita beralih ke season 2.
BalasHapusYa walaupun aku baru ngetik 3 halaman ajasih
Makasi ya yang udah baca. Ye walaupun Silent Reader tapi gak apa-apa. Makasi udah selalu ngunjungin blog ini ya ;)