My Beloved Strange Angel Part 6 : Will Close



Rak buku perpustakaan disekolah Viny lumayan tinggi, dan bisa menampung banyak sekali buku. Salah satu siswa yang bertubuh pendek menaiki tangga untuk mengambil buku dirak paling atas. 

Ia mengambilnya dengan cara yang salah dan membuat buku-buku itu terjatuh. Namun buku-buku tebal itu tidak jatuh ke arahnya, namun ke arah yang sebaliknya. 

Diarah yang sebaliknya itulah Noella sedang mengambil buku. Ia masih asik mendengarkan headset dengan volume suara yang besar. Dan itu membuatnya tidak mendengar suara siswa bertubuh pendek yang menjatuhkan buku tadi. Memang siswa bertubuh pendek itu memiliki suara yang tidak terlalu besar walaupun ia sudah berteriak.

“Yang disebelah awas! Bukunya jatuh!”teriak siswa bertubuh pendek itu sembari masih tetap mempertahankan posisinya yang masih berpegangan pada pinggiran rak agar tidak jatuh. 

Karena tangga tadi sudah jatuh dan menyenggol guci yang kontan saja langsung pecah tertimpa oleh buku yang bisa dibilang sangat tebal. Kini dia tak bisa berbuat apa-apa selain mempertahankan posisinya. Jika ia menjatuhkan dirinya, ia akan terkena pecahan beling dari guci tersebut. 

Ia terus saja meminta tolong, namun perpustakaan dalam keadaan sepi dan diluar siswa sedang merayakan kemenangan sekolah dalam ajang lomba tingkat provinsi yang sangat bergengsi. Diluar sekolah diadakan live music .

Yupi pun masuk perpustakaan dan melihat buku-buku tebal itu akan menimpa Noella. Ia berlari dan menggunakan kekuatan malaikatnya untuk menahan buku-buku itu sembari menarik Noella menjauh.

Noella pun tersadar dan melepas headsetnya. Dia melihat banyak buku-buku yang sudah terjatuh berserakan.

“Yupi… makasi kamu udah nolong aku!”

Cahaya pun meredup dan semua tampak samar dimata Yupi. Ia pun langsung pingsan setelah menggunakan kekuatannya. 

“Yup..Yup.. Bangun! Hey bangun!”ucap Noella sambil menampar halus pipi Yupi.

“Ya ampun, Wel!! Lo apain si Yupi!! Terus kenapa perpustakaan ini berantakan?”ucap Viny yang tiba-tiba sudah muncul dihadapan Noella.

“Haee tolong.. Tolong aku…”ucap siswa bertubuh pendek itu yang masih dalam posisinya yang tadi.

“Aku jelasin nanti aja, Vin. Aku mau tolongin dia dulu”ucap Noella lalu segera beranjak dan menolong siswa bertubuh pendek tadi.

Viny pun membawa Yupi bersama Noella. Mereka memapah Yupi yang masih belum sadarkan diri.

***
“Wel. Sekarang lo bisa jelasin sama gue?”

“Jadi tadi gue lagi ngambil buku dirak paling bawah sambil dengerin lagu pake headset. Trus tiba-tiba aja si Yupi narik tangan gue. Terusnya lagi bukunya langsung jatuh. Eh tiba-tiba aja setelah itu dia pingsan”jelas Noella pada Viny yang kini ada diseberangnya.

“Denger ya, Wel. Awas aja kalo sampe terjadi apa-apa sama Yupi”

Yupi pun mulai membuka matanya dengan perlahan. Cahaya ruang UKS sedikit menyilaukan matanya. Ia sempat mengerjapkan matanya untuk beberapa kali lalu fokus pada Noella dan Viny yang berada disamping kiri dan kanannya.

“Ka Noella baik-baik aja kan? Ka Noella ga sampe kena buku-buku itu kan?”

“Yupi? Kamu udah sadar?! Iya aku baik-baik aja kok. Makasi ya kamu udah nyelametin aku tadi”

“Iya, sama-sama. Ka Viny ngapain disini? Eh tunggu. Ini ruangan apa? Kok cahayanya terang banget”

“Kamu ada di UKS, Yup. Cahaya lampu disini sebenernya gak terang-terang banget kok. Kamu aja yang lebay”

“Ish ka Viny tega banget bilang aku lebay:(“

“Eonni!! Eonni!!”seru Yupi sambil segera beranjak dari tempat tidur UKS dan segera mengejar bayangan aneh itu. Viny dan Noella pun mengikutinya, namun mereka kehilangan jejak Yupi.

“Eonni! Kenapa kamu bawa aku ke tempat yang jauh seperti ini?”

“Denger ya. Aku ini malaikat. Aku cuma bisa dilihat sama malaikat. Sekarang kamu udah jadi manusia. Dan teman-teman manusia kamu akan mengira kamu gila karena dimata mereka, kamu itu seperti ngomong sendiri”

“Oh gitu.. aku mengerti. Oh ya, Eonni. Kenapa ya setelah aku menggunakan kekuatan malaikatku, aku malah tak sadarkan diri setelah menggunakannya?”

“Mungkin karena kamu sekarang sudah menjadi setengah manusia. Oh ya bukankah ada aturan kode etik yang bilang kalau kita tidak boleh menggunkan kekuatan itu sembarangan”

“Iya juga sih. Aku tau hal itu. Tapi tadi keadaannya sangat terdesak. Aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi”

“Terserahmu sajalah”

“Aku senang Eonni ngunjungin aku! Jadi manusia itu ternyata menyenangkan, Eonni”

“Bagaimana keadaan kamu?”

“Baik. Oh ya aku dirawat sama ka Viny. Dia baik banget. Dan pizza itu enak banget, Eonni. Jadi manusia itu ternyata butuh makan untuk terus hidup. Coba deh Eonni. Kita bisa makan sama-sama gratis di restoran Pizza Labora”ucap Yupi dengan bersemangat.

“Inget, kamu itu malaikat. Jangan lupakan hal itu. Jangan terlalu nyaman dengan keadaan kamu saat ini. Jika kamu terus jadi manusia. Akan banyak masalah yang akan menghampiri kehidupan kamu”

 “Hmm.. iya Eonni. Aku akan selalu ingat jika aku itu malaikat bukan manusia. Oh ya apa Eonni sudah menemukan cara agar aku bisa kembali menjadi malaikat?”

“Belum. Aku belum menemukan caranya. Tetapi yang pasti. Aku akan terus mencari jalan keluarnya agar kamu bisa kembali menjadi malaikat”

“Hmm.. Eonni. Aku mau minta maaf”

“Maaf? Tentang apa? Karena kamu menjadi manusia?”

“Aku gak tau. Tapi aku mau minta maaf atas segala hal yang udah aku lakuin”

Eonni pun hanya diam. Ia pergi begitu saja meninggalkan Yupi.

“Eonni!! Eonni!!”panggil Yupi.

“Yup kamu manggil siapa sih? Gak ada orang kayak gini juga”

“Eh ka Viny. Aku cuma lagi ngetes suara kok”

“Dasar aneh-__- Mana ada orang ngetes suara Eonni..Eonni.. yang ada itu cek 1 2 3 Yaudah ayo kita ke kelas aja”

“Yuk”

***

“Yup ambilin air dingin di kulkas”ucap Noella sembari berbaring di tempat tidur.

“Nih ka, Wel”ucap Yupi sambil berdiri disamping ranjang Noella.

“Duduk disini, Yup. Aku mau ngomong sesuatu sama kamu”

Yupi pun menuruti Noella. Noella pun juga ikut duduk.

“Aku mau minta maaf ya sama apa yang aku udah lakuin sama kamu. Semua itu idenya Naomi. Aku cuma ngelakuin hal yang dia suruh aja”

“Ka Noella ga perlu minta maaf kok. Aku emang pantes dapet hukuman kayak gini”ujar Yupi diselingi senyuman manisnya.

“Untung aja mereka hari ini gak nginep. Aku baru sadar, Yup. Kamu itu gak sepantasnya diperlakukan kayak gini. Lagian mobil juga gak terlalu rusak parah kok. Aku cuma lagi emosi aja. Jadi ngomongnya berlebihan”

“Oh ya kak Wel. Aku mau nanya. Kenapa rumah kak Wel sepi banget ya? Aku jadi takut deh”

Noella pun tertawa kecil,

“Iya, rumah ini emang sepi. Mama aku biasanya pulang malem kadang dia juga pulang pagi atau parahnya gak pulang”

“Oh gitu. Terus kak Wel sayang sama mama kak Wel gak?”

Noella pun dibuat tertawa kembali oleh pertanyaan Yupi.

“Kamu ini emang aneh ya? Yang begitu mah gak usah ditanya. Ya jelas lah aku sayang. Ya walaupun waktu dia buat aku sangat sedikit. Ya aku ngerti . wajar dia itu single parent”

“Single parent itu apa?”

“Duh ngomong sama kamu itu kok sama aja kayak ngomong sama balita ya? Sama – sama kepo dan gak ngerti apa-apa. Atau kamu kayak bukan manusia ajadeh”

“Hah.___.”Yupi pun kembali kaget dengan kata-kata yang keluar dari mulut Noella.

“Jadi single parent itu ya sama aja kayak janda gitu, kasarnya. Kalo pengertiannya ya.. kayak proses pengasuhan anak yang dilakukan oleh satu orang tua aja entah itu ayah ataupun ibu”

“Oh gitu. Aku ngerti sekarang. Kak Wel punya kakak/adik gak?”

“Enggak. Aku anak tunggal.”

“Wah sama dong kaya ka Viny”

“Hah! Stop .. Stop.. Bukannya Viny itu kakak kamu ya? Kenapa kamu bilang dia anak tunggal?”

“Aku itu bukan adiknya ka Viny. Tapi aku juga gak tau mau nyebutnya apa. Yang jelas takdir udah mempertemukan aku sama ka Viny. Ya semua ngalir gitu aja, Kak”

“Viny itu songong banget deh”

“Dia itu bukan songong, Kak. Tapi cuek, dingin, dan kurang bersahabat. Kata papanya ka Viny nih. Ka Viny itu berubah sejak ibu kandungnya meninggal”

“Wah kelam banget dong ya?”

“Kak Wel, kalo misalnya mamanya kakak yang sekarang itu bukan mama kandungnya kak Wel, kakak tetep sayang gak?”

“Sayang dong. Dia kan udah ngerawat kita.”

“Beda nih sama ka Viny”

“Emang bedanya apa?”

“Ya ka Viny itu gak pernah sayang sama mama tirinya, dia selalu aja berperilaku buruk sama mama tirinya, Kak”

“Kayak gimana contohnya?”

“Waktu itu aku sama ka Viny lagi belajar. Eh mama tirinya ka Viny ngasi susu coklat sama permen Yupi gitu sama ka Viny dan aku. Eh ka Viny malah ngebuang susu coklatnya dan permen Yupinya. Padahal dia suka sama permen itu loh”

“Oh gitu. Aku ngerti.”

“Permisi, Non. Mama non bilang dia hari ini pulang larut jadi non gak usah nunggu dia”ucap pelayan Noella lalu segera pergi.

“Tuh kan. Apa aku bilang. Selalu aja kayak gini. Aku males deh kalo kayak gini”

“Ka Wel emangnya gak suka sepi ya?”

“Bukannya gak suka sepi. Tapi aku gak suka sendirian, makanya aku suka nyuruh Lidya, Rona sama Naomi nginep disini”

“Gimana kalo kita main tenis meja? Aku jago loh mainnya. Ka Viny pernah ngajarin aku mainin itu”

“Ah sok banget kamu, Yup. Ayo sini lawan aku”

Mereka pun bermain tenis meja berdua diruang keluarga. Dengan asiknya mereka bermain sampe peluh mereka bercucuran. Permainan tenis meja itu juga diselingi dengan canda dan tawa yang membuat permainan itu menjadi semakin menyenangkan bagi Noella.

Setelah selesai bermain tenis meja. Mereka juga menonton beberapa film sampai larut malam. Yupi pun sampai terlelap dibahu Noella. 

“Andai aku punya adik kayak kamu, Yup. Baru beberapa hari kamu jadi asisten aku aja aku udah ngerasa gak kesepian lagi.”

Noella pun juga ikut terlelap diatas kepala Yupi.

“Din, Noella udah tidur?”

“Wah, kita gak tau nyonya. Yang pasti Noella lagi dikamarnya, lampunya juga masih nyala. Oh ya Nyonya. Saya baru pertama kali liat Non Noella sesemangat itu”

“Semangat? Emang apa yang ngebuat dia semangat?”

“Ada seorang anak perempuan yang cantik dan manis. Selain itu dia juga ramah dan murah senyum, namanya kalo gak salah Yupi Nyonya”

“Yupi?”

“Ia, Nyonya. Dia itu orang yang akhir-akhir ini sering sama non Noella.”

“Apa Yupi masih disini sama Noella?”

“Kita liat ke kamarnya aja, Nyonya”

Mereka pun berjalan menuju kamar Noella. Dan saat mereka sudah sampai, mereka melihat Noella dan Yupi sudah tertidur diposisi mereka yang masih bersandar bantal dengan kepala Yupi yang bersandar di bahu Noella  dan Noella yang bersandar di kepala Yupi.

Ibu Noella pun tersenyum melihat anaknya. Ia senang Noella tidak lagi bersama Naomi dan teman-temannya. Ia tau Naomi dan teman-temannya sering berperilaku buruk. Tapi ibu Noella tidak melarang Naomi dan teman-teman untuk berteman dengan Noella ia tahu, Noella pasti akan sangat kesepian.

Ibu Noella dan pelayan Noella mengubah posisi mereka. Dan mereka juga menyelimuti Noella dan juga Yupi.

Bersambung...

           Buat yang belum baca Part sebelumnya silahkan dibaca :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Cerita Pendek (Cerpen) Bahasa Bali

My Beloved Strange Angel Part 10: My New Class

Contoh Bukti Kas Masuk, Kas Keluar, Memorial, Faktur, Memo Kredit dan Memo Debet dalam Akuntansi