My Beloved Strange Angel Part 5 : Profitable incident



Yupi pun sampai di sebuah rumah mewah. Dia kemudian turun dan mengikuti langkah gadis yang kena kaleng tadi.

“Loh, Wel. Jidat lo kenapa?”

“Eh wait. Yang sama lo itu bukannya Yupi”

“Hah! Yupi? Yang bener, Ron?”ucap seorang gadis yang kena kaleng tadi. Ya. Dia Noella. Lampu jalan yang mati membuatnya tidak melihat wajah Yupi dengan jelas.

“Jadi kamu, Yup. Yang nendang kaleng tadi?”

“Iya, Kak. Aku minta maaf, Kak. Maafin aku”ucap Yupi dengan wajah yang memelas.
Yupi sebenarnya sekarang berada dirumah Noella. Hari ini rumah Noella sepi. Hanya ada dia dan para pelayannya. Karena itu, teman-teman nya seperti Lidya dan Rona menginap dirumah Noella.

“Emang ada apaan sih? Gue kepo deh. Jelasin ke kita napa, Wel”ujar Rona dengan raut yang sangat penasaran.

“Jadi tadi waktu gue naik mobil kesayangan gue. Ada yang nendang kaleng, sampe jidat gue kek gini dan ngebuat mobil gue yang bagian depan rusak. Dan yang nendang kaleng itu dia”jelas Noella sembari menunjuk Yupi.

“Wah parah lo, Yup. Lo dendam ya sama kita semua? Ayo ngaku”ujar Lidya dengan tampang yang sangat mencurigai Yupi.

“Aku gak dendam kok. Aku tadi cuma ngikutin kebiasaan ka Viny yang suka nendang kaleng”

“Wah parah nih si songong Viny. Ngajarin hal yang jelek kek gini-__-“ucap Rona sembari meminum seteguk air dingin. 

“Terus kita mau apain nih si Yupi, Wel?”ucap Lidya dengan senyuman jahatnya.
“Gue gak tau. Yang pasti gue mau minta ganti rugi 3,5 juta, eh ni anak gak punya uang buat ganti. Bingung deh gue”

“Nih hukuman buat kamu, Yup”ujar Naomi sambil membawa kertas dan pulpen. Naomi juga ikut menginap di rumah Noella. Dan ia juga mendengarkan percakapan mereka sedari tadi.

“Apaan tuh?”ucap Rona yang kembali dibuat penasaran oleh teman-temannya.

“Jadi gini, Yup. Karena kamu gak punya uang buat ganti. jadi aku putusin buat ngehukum kamu jadi asisten Noella selama sebulan. Jadi dalam sehari kamu udah ganti uang Noella 100 ribu. Apa kamu mau jadi asisten Noella?” 

“Asal itu bisa buat aku dimaafin kak Noella aku mau”

“Jadi kamu tanda tangan disini”

“Tanda tangan itu kayak gimana, Kak?”

“Astaga ni anak emang bener-bener amnesia dah kayak yang dibilang Bu Natalia. Sampe tanda tangan aja lupa-,-“

“Iya nih, Ron. Gue jadi kurang yakin dia bisa jawab tu soal olimpiade”

“Sssttss diem lu Ron, Lid”ucap Naomi pada Rona dan Lidya.

“Yaudah kamu tulis aja nama kamu disini”

“Oke, Kak Naomi”

“Nah jadi mulai besok dibulan yang baru. Kamu udah jadi asisten Noella. Kamu harus nurut apapun yang disuruh Noella. Dan kamu harus lebih nurut sama Noella ketimbang sama Viny. Ngerti?”

“Hah! Ketimbang sama Viny. Tapi aku udah janji, aku bakal nurut sama ka Viny”

“Kamu mau masuk penjara atau nurutin syarat ini, hah!”ancam Naomi pada Yupi.

Yupi bisa dibilang dalam keadaan yang terdesak. Dan bisa saja mencekam. Ia diapit oleh Rona dan Lidya sedangkan didepannya ada Noella dan Naomi. Ia hanya bisa terduduk disofa Noella.

“Penjara itu apa?”

“Astajimmm-___-“ucap Rona dan Lidya bersamaan.

“Penjara itu tempat yang serem. Disana kamu gak bisa nonton TV, gak bisa makan makanan enak jadi makanan kamu itu gak enak semua. Tidur dilantai. Kamu bakal pisah sama Viny”ujar Lidya menakut-nakuti Yupi.

“Yah berarti aku gak bisa nonton sinetron dong:( terus aku gak bisa mam pizza:(“

“Yoi betul banget, Yup. Udah nurut aja. Apa susahnya sih. Cuma sebulan ini aja jugak”ucap Rona yang kini menghasut pikiran Yupi.

“Iyadeh, iya aku cuma mau nurut sama kak Noella”

“Janji?”

“Iya Janji”ucap yupi dengan perasaan yang sangat terpaksa untuk mengucapkan 2 kata tersebut.
“Bagus. Yaudah sekarang kamu boleh pulang”

“Kak bisa tolong anterin ke rumah ka Viny gak? Aku ada dimana sih ini?”

“Ini rumah ku. Yaudah aku anterin”ucap Noella lalu segera mengantar Yupi ke rumah Viny. Jarak rumahnya dan Viny sebenarnya tidak terlalu jauh tapi mereka searah.

Naomi, Rona, dan Lidya pun makin asik mengobrol tentang hal yang baru saja terjadi tadi.

“Wah jackpot banget tadi. Untung si Noella gue suruh beli makanan. Jadi kita bisa dapet kesempatan emas kek gini”

“Bener banget tuh, Ron. Gue setuju sama lo. Tapi yang penting itu ide lo, Mi. Cerdik banget lo mikirin hukuman kek tadi”

“Jelas dong. Kita bakal bikin Yupi kecapek’an. Dan bikin Yupi itu sedih dan si songong Viny pasti juga bakal sedih, haha”ujar Naomi dengan senyuman jahatnya.
***

Pagi hari yang cerah di bulan yang baru pun tiba. Viny dan Yupi berjalan melewati gerbang sekolah.

“Yup. Ayo ke sini”Panggil Noella yang turun dari mobil Naomi.

Seperti janjinya kemarin pada Noella. Ia pun menuruti perintah Noella. Tapi Viny malah menahan tangan Yupi agar dia tidak menghampiri Noella. Yupi pun melepaskan genggaman tangan Viny. Dan segera menghampiri Noella.

Viny pun hanya diam ditempat tadi. dia hanya memerhatikan apa yang dilakukan Noella pada Yupi. Noella pun menyuruh Yupi untuk membawakan tasnya dan teman-teman segenk nya(Rona, Lidya,Naomi)

Naomi melempar tasnya dan membuat Yupi kewalahan harus menangkap tas itu. Begitu juga dengan Rona dan Lidya. 

“Ayo, Yup. Ikut aku”

Viny pun sudah berada dibelakang Yupi. Sekali lagi ia menahan Yupi yang akan mengikuti Noella.

“Yup. Stop! Apa yang kamu lakuin! Lepasin tas itu!”bentak Viny.

“Aku gak mau lepasin tas ini ka Viny. Ka Noella nyuruh aku bawain tasnya sama tas Ka Rona,ka Lidya dan Ka Naomi”ucap Yupi dengan polos. Namun Viny malah menjatuhkan tas yang sedang Yupi bawa. Yupi pun langsung mengambil tas itu lagi.

“Eh, Vin. Haha. Lo bingung ya sama adek lo ini? Lo bisa tanya dia kalo lo mau tau alasan dia nurut kek gitu”ucap Naomi penuh dengan senyuman jahatnya.

“Yup. Apa sih yang bikin kamu kayak gini, jelasin sama aku”

“Jadi aku niruin ka Viny dengan nendang kaleng kemaren, eh kalengnya malah kena kepala ka Noella sampe jidatnya kayak gitu terus mobil nya juga rusak gara-gara aku. Terus untuk nebus semuanya, aku harus jadi asisten ka Noella selama sebulan”

“What! Are you crazy”

“Tapi aku gak punya uang 3,5 juta buat gantiin. Aku juga gak mau nambah beban ka Viny. Selama ini ka Viny udah baik banget sama aku”

“Ayo kita ke kelas, Yup”

Naomi pun mengalungkan tas selempangnya dia leher Yupi lalu menarik tali tas selempang yang masih terkalung dileher Yupi, yang membuat Yupi merasa sedkit tercekek tapi ia terus mengikuti Noella.
***

Kini Viny hanya terdiam dikamarnya. Entah kenapa, pikirannya selalu saja tertuju pada Yupi. Dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia kembali teringat apa yang telah Naomi dan kawan-kawannya lakukan pada Yupi.

Mereka menyuruh Yupi mengerjakan setiap tugas yang diberikan guru, dan mencatat pelajaran. Mereka juga menyuruh Yupi untuk memijat bahu mereka. Pokoknya Yupi diperlakukan sangat semena-mena oleh Naomi, Noella, Lidya dan Rona

Viny sangat kesal melihat Yupi diperlakukan seperti itu. Dia selalu mencoba untuk tidak melihat Yupi namun selalu saja ada celah untuk melihat Yupi. Ingin rasanya Viny menampar mereka satu per satu. Tapi apa daya.

Viny tidak bisa melakukan apapun selain diam. Ia tau Naomi sengaja membuatnya kesal seperti ini. Dan membuat Viny memarahinya. Dan dampaknya Naomi akan menambah hari-hari Yupi sebagai asisten Noella. 

“Aku kenapa sih. Kenapa aku jadi kesel gini. Kenapa aku jadi sedih gini liat Yupi diperlakukan seperti itu. Kenapa!”keluh Viny sambil menonjok-nonjok guling.

“Dia bukan siapa-siapa aku. Buat apa aku ngelakuin hal ini. Ah gak guna! Gak ada khasiatnya”

“Krek..”pintu pun terbuka dengan perlahan.

“Ka Viny belum tidur?”

“Yupi! Kamu diapain aja sama mereka?”

“Aww”

Yupi pun merintih kesakitan saat dipeluk Viny. Punggung Yupi memang sakit karena jatuh. Saat ia disuruh Noella mengepel lantai. Naomi membuat Yupi terjatuh. 

“Aku baik-baik aja kok ka Viny. Semua akan baik-baik aja. ka Viny gak perlu khawatir kayak gitu deh”

“Aku gak khawatir tuh”

“Bohong”

“Tau darimana kamu aku bohong?”

“Aku bisa tau orang bohong atau engga kok ka Viny. Kedengeran dari suaranya”

“Serius?”

“Iya”

“Coba aku tes sekali lagi. Aku lahir tanggal 23 februari”

“Jujur”

“Aku suka Bon Jovi”

“Jujur”

“Aku suka kucing”

“Bohong”

“Kok kamu bisa gitu sih! Jawaban kamu bener semua”

“ka Viny aku tidur duluan ya. Aku ngerasa capek banget nih”

“Kamu tidur disini aja, Yup”

“Maksud ka Viny di kasurnya ka Viny gitu?”

“Iya”

“Tapi nanti ka Viny marah”

“Aku gak marah kok. Cepet tidur disini!”

“Iya..iya”

Yupi pun dengan perlahan merebahkan tubuhnya di kasur Viny. Kini mereka tidur di kasur yang sama. Viny melihat luka goresan ditangan dan kaki Yupi. Dia merasa kasihan sekaligus sedih dan kesal dengan apa yang dia lihat kini.
***

Kini Viny terduduk dibangku taman sembari menggambar hal yang ingin dia gambarkan. 

“Kamu mau ngambil ini, Yup? Ini barangnya Noella yang dia suruh kamu ambilin loh”ucap Naomi sambil membawa powerbank Noella.

“Iya, yang itu. Kasi aku ka Naomi. Ka Noella nyuruh aku ngambil barang itu”

“Oh ini. Yaudah nih ambil”ucap Naomi lalu Yupi menghampirinya untuk mengambil powerbank milik Noella. Namun Naomi malah melemparnya ke Lidya. Yupi pun berbalik arah menuju Lidya. Lidya malah melemparnya ke Rona.

Mereka mempermainkan Yupi dengan powerbank itu. Viny pun mengalihkan pandangannya sejenak dari kertas gambar ke pemandangan disekitarnya. Dia melihat Yupi yang sedang dipermainkan oleh Naomi dan teman-temannya. 

Viny pun menghampiri Yupi dan menangkap powerbank itu dengan tepat sasaran. 

“Nih. Kamu kasi ini ke Noella. Pergi menjauh dari sini cepet”ucap Viny sambil memberikan powerbank milik Noella. Yupi langsung menuruti perintah Viny tadi. 

“Kenapa lo bantuin dia, Vin? Lo asisten Noella juga yah?”sindir Rona dengan pandangan jahil.

“Bukan. Gue cuma gak mau dia dimainin kayak bola sama sampah-sampah masyarakat kaya lo”sindir Viny dengan sindiran yang sangat membuat Naomi kesal begitu juga dengan Lidya dan Rona.

Viny dengan tenang meninggalkan mereka. Dia memang tidak takut pada Naomi walaupun Naomi adalah orang yang sangat kejam.

“Pedes banget kata-kata si songong Viny. Rasanya gue pingin remukin tu tulangnya”ucap Rona sembari mengepalkan tangan.

“Udahlah. Kita balesnya lewat Yupi aja”

“Ide bagus, Lid”ucap Naomi yang kembali memasang wajah jahatnya.

Bersambung...

Buat yang belum baca part sebelumnya silahkan baca :


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Cerita Pendek (Cerpen) Bahasa Bali

My Beloved Strange Angel Part 10: My New Class

Contoh Bukti Kas Masuk, Kas Keluar, Memorial, Faktur, Memo Kredit dan Memo Debet dalam Akuntansi