Avatara / Awatara dalam Agama Hindu
Avatara / awatara
adalah perwujudan Dewa Visnu sebagai manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang
turun ke dunia dengan mengambil suatu bentuk untuk menegakkan dharma.
Turunnya awatara/
avatara disebabkan karena dunia di ombang ambingkan karena bencana alam dan
dharma selalu dikalahkan oleh Adharma dan juga untuk menyelamatkan manusia dari
penindasan dn kekejaman sifat-sifat manusia yang tergolong angkara murka.
Dalam kitab Bhagawadgita
Bab IV Sloka 7 disebutkan :
Yada-Yada hi dharmasya
Glanir bhawati bharata
Abhyuttahanam adharmasya
Tada tmanam srijamy aham (Maswiwara, 97, hal 191)
Terjemahan :
Manakala dharma hendak sirna, dan adharma hendak merajalela
Saat itu, wahai keturunan bharata Aku sendiri turun
(Slokanya ini lagu eh backsound
Krisna di Mahabarata :0 #abaikan)
Dharma artinya
kebenaran spiritual dan Adharma
artinya ketidakbenaran atau dosa.
Perwujudan / manifestasi Tuhan sebagai Avatara/ Awatara
sesuai sloka yang berbunyi “Ekam Sat
Wiprah Bhahuda Wadhanti” yang artinya
hanya satu tuhan, tetapi orang bijaksana menyebutnya dengan banyak nama.
Konsepsi Ketuhanan dalam Hindu yang menyatakan tentang
Avatara / Awatara tersurat dengan jelas dalam Kitab Bhagavadgita Bab IV 8 sebagai berikut :
Paritranaya sadhunam
Winaisaya ca duskram
Dharma samsthapanarthaya
Sambhawani yuge yuge (Maswinara, 97, hal 191)
Terjemahan :
Untuk melindungi orang-orang yang baik dan untuk memusnahkan orang yang
jahat, Aku lahir kedunia dari masa ke masa, untuk menegakkan hukum.
Hubungan Avatara/Awatara, Dewa, Bhatara
dengan Sang Hyang Widhi yaitu
-
Sumbernya sama yaitu dari Ida Sang Hyang Widhi
Wasa
-
Merupakan manifestasi dari Sang Hyang Widhi
-
Sama-sama sebagai pelindung dan kekuatan dari
Hyang Widhi
Maharsi adalah manusia terpilih karena dapat meningkatkan jiwanya
kesempurnaan sehingga dapat menerima wahyu dari Sang Hyang Widhi.
Dalam Visnu Purana dikenal sepuluh perwujudan Sang Hyang Widhi
Wasa dalam penyelamatan dunia, yaitu :
1.
Matsya
Avatara adalah Ikan yang Maha besar dan bertanduk, pada jaman Satya Yoga.
Pada permulaan penciptaan ini, alam semesta ini penuh dihuni oleh makhluk jenis
air. Dunia ini diluapi air. Dalam keadaan seperti itulah Dewa Visnu
menyelamatka benih-benih makhluk manusia pertama dengan menjelmakan diriNya
sebagai ikan besar yang bertanduk. Pada tanduk ikan itulah Manu Waiwasta
keturunan Surya Wangsa menambatkan perahunya sehingga tidak hanyut dan
tenggelam dibawah air bah. Dengan demikian Ia dapat menyelamatkan manusia yang
pertama itu.
2.
Kurma
Avatara adalah Kura-kura raksasa, pada jaman Satya Yuga. Kurma avatara ini
muncul dari kisah pemutaran Gunung Mandaragiri yang terdapat dalam kitab
Adiparwa. Dewa Visnu mengambil wujud
seekor kura-kura raksasa dan mengapung lalu menopang gunung mandaragiri
dilautan susu. Setelah sekian lama tirtha amerta berhasil didapat.
3.
Varaha
Avatara adalah perwujudan Tuhan(Visnu) yang berupa seekor babi hutan yang
besar bertugas menyelamatkan bumi ini yang mau ditenggelamkan oleh raksasa
Hiranyaksa.
4.
Narasimha
Avatara adalah sesosok manusia berkepala singa dari tiang yang dihancurkan.
Raja Hiranyakasipu yang mendapat kesaktian tidak akan mati terbunuh baik waktu
siang dan malam hari, tidak akan dapat dibunuh oleh manusia ataupun dewa-dewi,
tidak akan terbunuh oleh senjata apapun buatan manusia didunia ini. akibat kesaktian
ini maka dia hendak menguasai dunia maupun sorga. Narasimha pun bertempur
dengan Raja Hiranyakasipu dalam
pertempura itu ia dapat dikalahkan. Raja Hiranyakasipu dibunuh pada senja hari,
tidak malam ataupun siang, dan dikalahkan dengan kekuatan cakar kukunya yang
tajam lalu merobek-robek operut Hiranyakasipun diserambi dan menghabisinya
diatas pangkuan narasimha.
5.
Vamana
Awatara adalah Brahmana kerdil yang membunuh Raja Bali sebagai tokoh
Adharma, muncul pada jaman Treta Yoga. Pada saat raja Bali mengundang seluruh
brahmana untuk diberikan hadiah. Ia sudah dinasihati oleh Sukracarya agar tidak
memberikan hadiah apapun kepada brahmana. Pada waktu pemberian hadiah, seorang
brahmana kecil muncul diantara brahmana-brahmana tua. Brahmana kecil itu
meminta tanah tiga jengkal yang diukur dengan langkah kakiya. Raja bali pun
takabur dan melupakan nasihat sukracarya lalu menyuruh brahmana kecil itu
melangkah. Pada waktu itu juga, brahmana tersebut membesar dan mampu melangkah
disurga dan bumi sekaligus. Langkah pertama ia menginjak surge, langkah kedua
ia meninjak bumi dan langkah ketiga karna tidak ada lahan untuk berpijak maka
raja bali menyerahkan kepalanya.
6.
Parasurama
Avatara adalah Putra Brahmana Bhrigu yang selalu membawa kapak, memberi
kesadarankepada para ksatria untuk mengendalikan dharma atau kepemimpinan
sebaik-baiknya, muncul pada jaman Treta Yuga.
7.
Rama
Avatara adalah Putra Prabhu Dasarata, guna membela dharma dan membasmi
pasukan yang dipimpin oleh Rahwana, muncul pada jaman Treta Yoga.
8.
Krisna
Avatara adalah Putra Prabhu Wasudewa dan Dewi Dewaki yang bertugas menumpas
raja kamsa. Dewaki adalah saudara perempuan Raja Kamsa, menurut ramalan Maharsi
Narada dikatakan kelak Kamsa akan mati dibunuh oleh putra kedelapan Dewaki.
Oleh karena itu kamsa membunuhsetip kali anak Dewi Dewaki. Krisna selamat
karena pada waktu dilahirkan , anak itu diganti dengan bayi lain, baru kemudian
diketahui oleh kamsa bahwa Kisna lahir tapi telah selamat. Krisna dibawa dan
dirawat oleh petani miskin sampai dewasa. Kamsa berusaha membunuh krisna
berkali-kali tapi selalu gagal. Krisna berhasil mengalahkan kamsa dan menetap
di Dewaraka. Krisna juga bertugas untuk membantu keluarga pandawa membasmi
korawa yang pada hakekatnya membasmi angkara murka.
9.
Buddha
Avatara adalah Putra Prabhu Suddhodana dengan Dewi Maya bertugas
menyadarkan manusia, agar bebas dari penderitaan melalui jalan tengah di antara
delapan cakram(putaran hidup), muncul pada jaman Kali Yoga.
10.
Kalki
Avatara adalah Avatara ke-10, menurut keyakinan kita beliau akan datang nanti
bila Adharma betul-betul, merajalela, muncul pada jaman Kali Yoga.
Sumber : Ringkasan yang dibuat sendiri dari buku paket Agama Hindu dan Lksnya
Komentar
Posting Komentar